Rabu, 25 Mei 2016

Kamus Pintar Melejitkan Potensi Buah Hati

Judul : Hypnosis For Parents
Penulis : Ichsan Solihudin
Penerbit : Dar Mizan (Mizan Pustaka)
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 202 Halaman
ISBN : 978-602-242-875-6
Persensi : Ahmad Wiyono*
Anak adalah anugerah sekaligus amanah, maka jangan sekali kali mengabaikan amanah tersebut. Setiap orangtua memiliki tanggung jawab besar untuk mengasuh, serta menbentuk karakter sang anak itu sendiri. Apa, kemana dan jadi apa sang anak kelak, sepenuhynya ada di tangan setiap orang tua.

Jika berfikir sedikit ke belakang, pada masa anak kita masih kecil, semua “bibit” perilaku dan sikap ditanamkan. Bibit perilaku dan sikap ini kelak akan mewarnai kehidupan remaja dan dewaanya. Siapakah yang menanamkan “bibit” perilaku dan sikap pertama kalinya?. Tentu saja anda sudah tahu jawabannya. Oramgtualah yang menanamkan segala macam “bibit”. (Hal. 13).

Hypnosis for Parents –judul buku- yang secar mendalam mengupas tentang langkah strategis  orantgua dalam mebidik sang buah hatinya, mengarahkan ke tempat yang baik, menjadikan generasi unggul dan sebagainya. Yah, buku ini membedah cara efektif dalam uapaya melejitkan potensi sang buah hati. Dengan begitu, orangtua sudah berada pada posisi menjaga amanah yang dimiliknya.

Buku seri Hipnosis karya Ichsan Solihudin ini menawarkan konsepsi dasar tentang pola asuh yang baik yang harus dilakukan setiap oraangtua, mulai dari mendidik anak menjadi pribadi unggul, menerapkan sugesti positif pada anak, hngga merangsang imajinasi dengan hipnotis. Semuanya dibahas dengan gaya bertutur yang sangat komunikatif. 

Langkah utama yang mesti dilakukan orangtua dalam membidik masa depan anak-anaknya adalah menciptakan waktu untuk mereka, jangan sampai menjadikan anak sebagai kepentingan kesekian setelah kepentingan linnya. Ini akan berdampak buruk terhadap perkembangan mereka. Kegagalan orangtua dalam mencetak buah hatinya dimulai saat orangtua sudah tidak memiliki waktu untuk bersama mereka.

Beberapa orangtua yang sibuk bekerja cenderung mempunya pikiran untuk mnyerahkan pekerjaan rumah Anak sepenuhnya kepada pembantu atau pengasuh. Ingat, keterbatasan pendidikan akan berpengaruh terhadap sikap anak (Hal. 33).

Selain tu, orantua juga dipandang perlu untuk selalu meperhatikan gaya mengkritik dan memuji kepada anak-anaknya, jika berlebihan akan berdampak tidak baik pula kepada mereka. Dalam Memuji dan mengkritik, orangtua harus melihat situasi dan kondisi anak termasuk lingkungan sekitar, hal itu berkaitan dengan kebutuahn psikis dan mnetal sang buah hati tersebut. Jika tidak, maka dampaknya juga kurang baik terhadap mereka.

Agar anak mendapatkan manfaat dari pujian yang orangtuanya lontarkan, sebaiknya kenali kepribadian anak. Tidak semua anak sana dalam kebutuhan pujian. Ada anak yang hanya butuh pujian secukupnya (Hal. 66).

Setiap orangtua, tentu tidak mengingihkan gagal dalam mengajarkan dan membentuk karakter anak-anak mereka. Maka buku ini penting untuk dijadikan refersnai atau bahan rujukan dalam setiap melakukan pendampingan sang buah hati.  Karena selain mengulas  tentang pola asuh dalam mendidik anak, buku ini juga dilengkapi dengan beberapa konsepsi dasar menjadi orang tua yang handal dalam mebangun lingkungan keluarga yang baik bagi anak. termasuk di dalamnya dijabarkan tentang cara memotvasi anak agar mereka mandiri dan berprestasi.


Tulisan ini dimuat di Harian Kabar Madura, 23 Mei 2016


Optimisme dan Urgensi Bermental Sukses

Judul : Mukjizat Bermental Sukses
Penulis : Maulana Wahiduddin Khan
Penerbit : Zaman
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 322 Halaman
ISBN : 978-602-1687-78-9
Peresensi : Ahmad wiyono*
Sesungguhnya di balik kesulitan terdapat kemudahan (QS. Alam Nasyrah; 5-6)

Firman Allah di atas menjadi  gambaran bagi umat manusia bahwa dalam kehidupan akan selalu mengalami dinamika yang silih berganti, tak ada kesulitan abadi, pun tak ada kesenangan abadi. Semua itu akan menjadi warna dalam pergerakan hidup umat manusia di bumi ini.

Prinsip utama yang harus dipahami oleh manusia ketika dia berada dalam masa sulit adalah bagimana mereka bisa bangkit dengan segala upaya yang bisa dia lakukan, karena sejatinya tak ada manusia yang bisa lepas dari jeratan masalah hidup, sekecil apa pun. Reaktif dan sigab dalam menghadapi kesulitan hidup menjadi tolok ukur ketegaran manusia dalam menjalani serentetan problem dan kesulitan hidup itu sendiri.

Buku Mukjizat Mermental Sukses karya Maulana Wahiduddin Khan ini menawarkan resolusi efektif bagi segenap umat manusia yang kebetukan tengah dilanda masalah atau kesulitan hidup, ada beragam kisah inspiratif yang ditulis dalam buku ini yang mengulas tentang bagaimana cara agar kita bisa sukses menjalani idup, termasuk cara sigab dalam menyikapi kesulitan hidup.

Spirit Al-Qur’an yang dibahas di atas tentang adanya kemudahan di balik kesulitan merupakan roh dari buku teebitan Zaman  ini,  dikemas dalam bentuk kisah-kisah pendek yang inspiratif, bahasan buku ini sungguh menjadi panduan umat manusia untuk selalu tegar menatap ke depan dan meyakini bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Semuanya pasti ada jalan keluarnya.

Salah satu penyebab terjadinya kesulitan dalam hidup adalah diakibatkan kesalahan dalam berbuat dan betindak, hal ini menjadi rahasia umum bahwa tak sedikit manusia yang berbuat sesuatu dalam hidupnya namun berdampak buruk lantaran kesalahan yang dia lakukan dalam proses tindakannya tersebut,  baik kesalahan tekhnis mau pun non teknis. Baik kesalahan kecil maupun kesalahan vatal.

Introspeksi dan mengakui setiap kesalahan yang kita lakukan merupakan langkah cerdas, karena dari itu akan lahir pembenahan dan perbaikan terhadap kesalahan-kesaahan tersebut. Sebaliknya, menutup-nutupi kesalahan justru akan berdampak buruk dan akan terus merembet pada masalah-masalah berikutnya. Menurut penulis buku ini, manusia sudah seharusnya bisa mengakui kesalahan yang telah dilakukannya.

Mengingat setiap kesalahan diakibatkan oleh longgarnya barisan pertahanan, maka cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menerima kesalahan tersebut. Karena dengan begitu berarti kita sudah dalam proses menyelesaikan masalah (Hal. 117).

Langkah berikutnya, ketika manusia sudah mengakui setiap kesalahan yang dilakukan adalah dengan berusha mencari solusi agar kesulitan itu bisa tertangani dengan baik. Jiwa dan pikiran yang dingin menjadi modal penting penyelesaian seluruh kesulitan hidup itu sendiri, itulah sebabnya, dalam proses meneyelesaikan kesulitan hidup harus menghindar dari sikap emosi dan perasaan tidak tenang.
Musibah paling pedih bisa saja menimpa kita dalam hidup ini. Tetapi, kita selalu bisa bangkit dari kepedihan seperti yang dilakukan Sudha Chandran. Hanya saja kita harus mau menanggug “rasa sakit di awal” dan mengerahkan “usaha ekstra” demi meraih tujuan (Hal. 186).

Pada dasarnya, setiap kesulitan hidup jika disikapi secara positif akan menjadi hikmah tersediri bagi umat manusia, buku ini secara jelas membuktikan bahwa siapa pun umat manusia yang bisa menarik pelajaran berharga dari kesulitan, berarti dia sudah masuk pada gerbong kesuksean hidup yang sebenarnya. Seperti itulah hukum alam. Di dunia ini, sebagaimana kemudahan selalu datang setelah kesukaran, hasil gemilang hanya datang dari proses berat dan sangat gigih (Hal. 268). Apalagi hal tiu sudah dipertegas dengan Firman-Nya bahwa “Sesungguhnya di balik setiap kesulitan terdapat kemudahan”. 

Buku ini begitu “lihai” mengajak umat manusia untuk selalu Move On, kisah-kisah yang tertuang rapi dalam 322 halaman ini betul-betul menjadi “kitab” panduan hidup manusia agar selalu sukses menjalani hidup, buku ini menurut penulisnya juga membekali manusia cara sukses menghadapi kesulitan hdup dengan kesabaran, ketekunan dan kelembutan.



Tulisan ini dimuat di harian Sapos, 23 Mei 21 Mei 2016

Fakta Ilmiah Dalam Kitab Suci

Judul : 50 Misteri Dunia Menurut Al-Qur’an
Penulis : Andrie Mesapati, dkk
Penerbit : Mizania
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 326 Halaman
ISBn : 978-602-1337-84-4
Peresensi : Ahmad Wiyono*
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam, yang di dalamnya berisi tuntutnan secara universal. Itu sebabnya, Al-Qur’an disebut dan diyakini sebagai Imam. Selain itu, Kalamullah ini juga memuat pelbagai fakta ilmiah yang berkaitan dengan alam semesta, hampir semua fenomina dan fakta yang telah dan akan terjadi dimuka bumi ini sudah dijelaskan dalam kitab yang sekaligus mukijzat nabi Muhammad tersebut.

Pembahsan seputar fakta ilmiah dan fakta sains dalam Al-Qur’an bisa kita temukan dalam buku 50 Misteri Dunia Menurut Al-Qur’an ini, secara mendalam buku ini mengurai banyak hal terkait peristiwa atau fenomina alam yang telah dialami oleh manusia di muka bumi ini, termasuk juga peristiwa-peristiwa ilmiah yang ditafsir akan terjadi di suatu hari nanti.

Tsunami mislanya, satu peristiwa alam yang sudah mulai familiar di telinga bangsa kita, hal itu dikarenakan peristiwa ini kerap melanda negeri ini, termasuk negeri-negeri di belahan dunia. Terlebih sejak peristiwa 26 Desember 2004, di mana tsunami mengguncang aceh dan menelan jutaan jiwa. Al-Qur’an telah mengurai peristiwa alam ini sejak bertahun-tahun silam. Mulai dari pengertian dasar tsunami, hingga dampak yang akan dirasakan mahluk akibat terjangan musibah itu.

Bencana gempa tsunami menyebabkan lautan semakin luas, sementara daratan menyempit. Hal ini telah termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Ra’d (13) ayat 41. Yang artinya; “dan apakah mereka tidak melihat bahwa kami mendatangi daerah-daerah (orang yang ingkar kepada Allah). Lalau kami kurangi (daerah-daerah) itu (sedikit demi sedikit) dan tepi-tepinya?. Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya). Tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya, Dia Maha cepat perhitungan-Nya” (Hal. 68).

Fakta ilmiah lainnya yang diulas secara detil dalam buku terbitan Mizania ini adalah seputar fenomina Matahari hitam di Denmark, Mahluk hidup di dalam batu padat, Fenomina pelangi api, Crop Cirdes di bawah laut. Seluruh fenomena alam yang telah berhasil dikaji secara ilmiah tersebut rupanya sudah menjadi bagain dari pembahsan Al-Qur’an, jauh sbeelum penemuan-penemuan mutalhir para ilmuan itu dipopulerkan.

Buku ini hendak meluruskan pemahaman banyak orang tentang fakta ilmiah termasuk sains dan fenomena alam yang kadang diyakini hanya bisa dkaji secara keilmuan spesifik, ke arah keilmuan Al-Qur’an secara kontelkstual dan universal. Dalam bahasa penulis, banyak fenomina alam yang unik dan penemuan-penemuan situs, fosil, artefak misterius relevan dengan fakta-fakta yang dinyatakan dalam Al-Qur’an. Tentu dengan pembahasan yang lebih kontekstual dan bahasa kontemporer yang mudah dicerna oleh pembaca.

Dengan menggali lebih dalam isi buku ini, kita bisa menyelami samudera kelimuan yang disuguhhkan kitab suci Al-Qur’an tentang fenomena alam raya, terutama yang sudah pernah kita lihat atau kita dengar, buku ini mengungkap beragam fgenomena yang terjadi di berbagai belahan dunia dengan pendekatan ilmiah lengkmap dengan data serta gamnbar yang tentunya bisa dipertanggungjawabkan. Yang semua itu sudah termaktub dalam firman-firman-Nya.


Tulisan ini dimuat di Harian Sapos, 23 Mei 2016





Sosok Gus Dur di Mata Gus Mus

Judul  : Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus
Penulis  : K.H Husein Muhammad
Penerbit  : Noura Books
Cetakan  : Oktober 2015
Tebal  : 179 halaman
ISBN  : 987-602-385-009-9
Peresensi : Ahmad wiyono
Sosok dan Ketokohan KH. Abdurrahmaan Wahid (Gus Dur) rupanya tak pernah lekang oleh waktu, kendati raga beliau telah pegi untuk selamnya, namun sosoknya selalu mewarnai dinamika kehidupan hingga kini. Mulai dari pemikiran, petuah hingga wacana-wacana perdamaian yang seakan terus mengkristal dalam kehidupan masyarakat kita saat ini.

Banyak tokoh bangsa yang memiliki kenangan khusus dengan beliau, salah satunya adalah KH. Musthafa Bisri (Gus Mus),  cerita seputar ketokohan dan kewibawaan Gus Dur yang dialami langsung oleh Gus Mus terekam secara utuh dalam buku berjudul Gusdur dalam obrolan Gus Mus ini. Buku yang berisi cerita Gus Mus kepada KH. Husein Muhammad ini mengisahkan beberapa peristwa yang dialaminya langsung bersama Gus Dur dalam berbagai kesempatan.

Bagi Gus Mus, Gus Dur merupakan sahabat dekat yang sejaligus guru. Sahabat karena Gus Dur adalah kawan seperjuangan ketika sama-sama menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi ternama di timur tengah, guru, lantaran Gus Dur selalu memberikan ilmu dan pengetahuan baru kepadanya. Itulah sebabnya, Gus Dur bagi Gus Mus adalah manusia luar biasa yang selalu hadir manjadi pelita dalam hidupnya.

“Gus Dur adalah teman dan sahabat saya satu kamar kerika di Kairo Mesir, pada tahun 1960-an. Kami sering berdiskusi dan berdebat, belanja dan masak bergantian bersama-sama. Gus Dur adalah sahabat terbaik saya. Dialah yang membesarkan dan mendidik saya hingga hadi seperti sekarang ini. Banyak sekali kenangan saya bersama Gus Dur,” kenang Gus Mus (Hal. 41).

Sebagai manusia yang memiliki kecerdasan luar biasa, Gus Dur dianggap sebagai inspirator ulung dalam kehidupan Gus Mus, ada banyak cerita yang dialaminya langsung bersama Gus Dur. Kecerdasan yang diimbangi dengan sikap rendah hati itulah yang membuat Gus Mus sangat berguru pada beliau

Buku setebal 179 halaman ini menggambarkan sosok dan  ketokohan Gus Dur dalam perspektif Gus Mus. Puluhan cerita perjalannya bersama Gus Dur dikisahkan kepada penulis buku ini. Bahkan hingga kisah terakhir pertemuannya dengan Gus Dur pun tak lupa dia ceritkan, sebelum akhirnya Gus Dur betul-betul meninggalkan dunia ini.   


Tulisan ini dimuat di Harian Nasional, 21 Mei 2016

Resolusi Hidup Bahagia

Judul : Happiness Every Day
Penulis : Safiya Hussain
Penerbit : Zaman Jakarta
Cetakan : 1. 2015
Tebal : 345 Halaman
ISBN : 978-602-1687-74-1
Persensi : Ahmad Wiyono*
Gorgias di dalam tulisan Plato berpendapat, bahwa kebahagiaan seseorang terletak di dalam kemampuannya untuk mewujudkan apa yang ia inginkan, apapun bentuknya. Statmen ini menjadi rujukan penting bagi kita, bahwa jika manusia hendak bahagia tentu harus diperjuangkan dengan baik, seperti kata bijak “gagal merencanakan, berarti merencanakan kegagalan”.

Buku Happiness Every Day karya Safiya Hussain ini hadir menjadi resolusi bagi kita semua dalam upaya merajut kebahagiaan hidup, tentu bahagia setiap hari sepanjang tahun. Berisikan strategi dan tips untuk bisa menggapai kebahagiaan hidup, buku ini begitu istimewa untuk dijadikan bahan bacaan sekaligus guru dalam merajut kebahagiaan.

Ada 365 tips dan stratgi yang diulas dalam buku terbitan Zaman ini, dengan kata lain, termaktup resep hidup bahagia setiap hari selama satu tahun penuh. Mulai dari hari pertama di pembukaan tahun hingga hari terakhir pada ujung tahun itu sendiri. Dengan pola kajian yang berdasar pada perspektif islam sekaligus nila-nilai universal, buku ini sangat menginspirasi kita semua untuk bisa meraih hakikat kebahagiaan hidup yang sejati.

Bahasan utama yang menjadi kunci resolusi kebahagiaan hidup sepanjang tahun dalam buku ini adalah terletak pada kesigapan dan kemampuan manusia dalam mensinergikan antara kegiatan yang besifat duniawi dan ukhrawi. Sehingga pola gerakan jiwa dan raga bisa terkontrol dengan baik, dan itu yang menjadi pintu masuk tercapainya hakikat kebahagiaan.

Signifikansi pengetahuan tentang orientasi hidup manusia sebagai kholifatullah merupakan rujukan universal bagi segenap umat manusia dalam upaya meraih kebahagiaan hidup, agar nantinya bisa merajut hakikat kebahagiaan yang sempurna. Yaitu kebahagiaan di dunia dan tentu di alam kemudian. Maka buku ini pun mengajari kita untuk meraih hal tersebut.

Selain berisi pesan, uraian 365 tips hidup bahagia ini juga menjadi spirit hidup bagi manusia, tentang bagaimana manusia bisa melakukan inovasi hidup menuju kehidupan yang lebih baik, dan kehidupan yang lebih baik tersebut nantinya akan bermuara pada satu siklus kehidupan paripurna, yaitu kehidupan yang bahagia dan membahagiakan.

Seperti menu makan harian yang variatif, buku ini sungguh mempesona dan sangat kontributif untuk “kesehatan” jiwa dan raga manusia. Jika selama satu tahun kita bisa mengimplementasikan segala tips dan strategi harian ini , maka sangat mungkin kebahagiaan hidup bisa dicapai oleh manusia. 

Hal yang urgen lainnya tentang resolusi meraih kebahagaiaan hidup setahun penuh adalah dengan meninternalisasi proses penghambaan manusia kepada sang kholik, sehingga setiap pergerakan manusia selalu terarah pada tujuan jangka pajang dari kehidupan itu sendiri. Buku ini layak menjadi pendamping hdup manusia, karena karya ini bisa berdampak pada penanaman cinta pada Tuhan dan sesama, dan yang paling penting mengingatkan kita semua pada tujuan akhir hidup dindunia ini.


Tulisan ini dimuat di Majalag Manhajul Afkar, Mei-Juni 2016 


Rabu, 18 Mei 2016

Panduan Pendidikan Karakter ala Al-Ghazali

Judul : Jalan Orang Bijak
Penulis : Imam Al-Ghazali
Penerjemah : Fauzi Faishal Bahreisy
Penerbit : Zaman
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 332 Halaman
ISBN : 978-602-1687-60-4
Persensi : Ahmad wiyono*
Isu pendidikan karakter di indonesia mulai mengemuka sejak beberapa tahun terakhir, konsep dan  penerapannya dipandang urgen dikarenakan banyak ditemukan kelemahan dalam praktek pendidikan kita selama ini, utamanya dalam konteks fenomina merosotnya moral peserta didik dan remaja secara umum sebagai salah satu sasarn pendidikan nasional kita.

Diantara sekian banyak model dan konsep pendidikan karakter yang telah diterapkan di negeri ini, ternyata ada satu metodologi pendidka karakter klasik yang telah diteraokan oleh seoang imam sekaligus penulis kenamaan yaitu Al-Ghazali. Beliau adalah tokoh sekaligus uswah dalam penerapan metode tersebut. Metode itu yang belakangan disebut sebagai metode itergasi moral dan amal. 

Dalam buku berjudul Jalan Orang Bijak ini, Al-Ghazali menjabarkan secara detil konsepsi pendidikan karakter tersebut, secara mendalam beliau mengulai arti penting sebuah moralitas yang terintegrasi dengan amaliyah kehidupan, sehingga menjadi kunci terbentuknya manusia yang berkarakter, religus dan profesional. Ini yang disebut sang Imam sebagai praktek menyesuaikan antara niat dan amal.

Ajaran mendasar Al-Ghazali yang saat ini rupanya mulai bergeser di dunia moderen adalah konsepsi ketaatan. Bergesernya ketaatan itu tentu berimplikasi secara sistemik terhadap pergerakan moral bangsa kita –utamanya peserta didik-, artinya tak bisa kita pungkiri bahwa serentetan tindakan amoral yang dilakukan oleh remaja kita disebabkan oleh melemahnya jiwa ketaatan meraka terjhadap orang yang mestinya mereka taati, yaitu orangtua, guru dan lain-lain.

Dalam buku ini, Al-0Ghazali mencoba menelaah tentang arti penting konsep ketaatan tersebut, konsepsi itu beliau wujudkan dalam jabaran amalan-malan ketaatan yang sudah seharusnya dikerjakan oleh bangsa kita, jika hal itu bisa dikerjakan, maka pintu masuk ke arah revitalisai moral sebagai ujung tombak pendidikan karakter sudah terbuka lebar. 

Amalan ketaatan yang dimaksud oleh Al-Ghazali adlah seputar kegiatan amaliah keseharian yang bisa jadi kita anggab sederhana, namun dampaknya sangat luar biasa terhadap pembentukan mental dan karakter bangsa, seperti adab dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari tdur, bangun tidur, mandi, makan dan seluruh rentetan kegiatan keseharian kita. Semua itu jika dilandasi pada adab dan amalan ketaatan  tersebut, maka secara otomatis akan membentuk karakter yang positif dari anak-anak kita.

Ajaran Al-Ghazali dalam buku terbitan Zaman ini secara spesifik mengarah pada pembentukan mental dan karakter yang positif, karenanya dalam setiap petuahnya, beliau selalu menekankan pola bertindak benar dan sesuai dengan ajaran Islam. Pada sisi inilah muatan pendidikan  karakter itu terwujud, lambat atau cepat, generasi kita akan terbentuk menjadi generasi unggul dan berkarakter. Ini yang menurt Al-Ghazali sebagai adab yang bersifat universal dan komperhensif.

Tidak hanya menjadi bahan bacaan, buku ini  hadir sebagai terapi spiritual dan moral. Mengajak kita untuk selalu mengenal siapa diri kita yang sebenanya, baik di hadapan manusia, utamanya di hadapan Allah. Dengan begitu, manusia akan selalu mengerti dan mengetahui mana jalan yang harus dilalui, dan mana yang harus dihindari. Nah, potret dan konsep inilah yang sebenarnya menjadi substansi pendidikan karakter. Merevitalisasi mental, spirrual dan moral.

Wahai anak adam, siapa yang risau, maka akulah yang memberikan jalan keluar bagi kerisauannya itu. Siapa yang minta ampun, maka akulah yang mengampuninya. Siapa yang bertobat, akulah yang akan melindunginya. Siapa yang telanjang, akulah yang akan memberikan pakaian padanya. Siapa yang takut, akulah yang akan memberi rasa aman padanya (Hal. 332). 


Tulisan ini dimuat di Harian Jawa Pos Radar Madura, 15 Mei 2016


Gambaran Kemegahan Nikmat Surga

Judul : Megahnya Surga
Penulis : Abdullah Stafi’i
Penerbit : Saufa
Cetakan : 1. 2016
Tebal :220 Halaman
ISBN : 978-602-255-904-7
Peresensi : Ahmad wiyono*
Satu dari sekian banyak rahasia Allah adalah Surga-Nya, sebuah tempat yang disapkan bagi umat manusia yang beruntung mendapat ridla Allah sehingga berkesempatan menjadi penduduk jannah tersebut. Tempat abadi yang digambarkan penuh dengan nikmat dan keindahan.

Sebagai sesuatu yang ghaib, tak ada manusia yang bisa mengetahui secara pasti keberadaan serta kondisi kemegahan surga yang selalu digambarkan dalam berbagai firman-Nya, manusia hanya bisa meyakini bahwa surga adalah tempat kenikmatan yang tidak pernah dijumpai selain di alam akhirat. Kenikmatan duniawi yang dirasakan manusia, tidak bisa dijadikan perbandingan kenikmatan surga kelak di alam abadi. 

Gambaran tentang kemegahan surga dan segala isinya, bisa kita selami dalam buku karya Abdullah Syafi’i ni. Buku ini secara spesifik dan mendalam membahas tentang makna surga beserta seluk beluknya, disadur dari beberapa kalam Allah serta sabda Rasul, buku ini menceritakan secara seksama rentetan nikmat surga beserta calon-calon penghuninya.

Salah satu gambaran kemegahan surga yang diceritakan dalam buku terbitan Saufa ini adalah tentang bentuk, situasi dan kondisi surga yang sangat megah dan luar biasa. Dijelaskan bahwa bahan bangunan surga terdiri dari emas dan perak, termasuk juga mujtiara dan yakurt. Kesemuanya tersusun dengan indah dan istimewa. Sungguh kemegahan yang nyata, yang tak mungkin kita jumpai di muka bumi ini.

Abu Hurairah ra, berkata, “kami para sahabat meminta kepada Rasulullah  SAW, agar menceritakan tentang bentuk bangunan surga, seperti apakah itu?”, kemudian, Rasulullah SAW menjawab, “bentuk bangunan surga itu terdri dari ubin emas, ubin perak, batunya dari muatiara yakut, lumpur lepannya dari kasturi, dan tanahnya dari za’faran (zafran atau kunyit). Barang siapa yang memasukinya, maka ia akan selalu merasakan nikmat dan tak akan putus asa, ia kekal abadi dan tak akan mati, pakaiannya tetap baru tak akan lusuh, dan ia tetap muda belia selamanya” (HR. Ahmad dan Tirmidzi). (Hal. 45).

Begtulah gambaran singkat tentang kondisi surga, sesuatu yang sangat luar biasa dan tidak akan pernah kita dapatkan di alam fana ini. Namun demikian, gambaran kemegahan surga itu hanya gambaran awal tentang bentuk dan kondisin surga itu sendiri. Kenikmatan laijnya tentu akan di dapat jika manusa sudah masuk dan menjadi penduduk di dalamnya. Megahnya kenikmtaan surga sudah disiapkan dengan penuh kemewahan.

Bahasan lainnya yang diurai dalam buku setebal 220 halaman ini adalah seputar gambaran calon-calon penghuni surga itu sendiri. Dijelaskan ada beberapa kelompok dan golongan manusia yang kelak akan menjadi bagian dari penduduk jannah tersebut, dalam buku ini dibahas tentang golongan manusia yang menjadi cikal bakal penghuni surga, antara ain orang yang menyambung slaturrahmi, orang yang istiqamah mebgerjakan shalat malam, hakim yang adil, termasuk orang yang mengikhlaskan kepergian atau kematian orang yang dicintainya.

Selain  itu, buku ini juga menggambarkan tentang keberadaan penduduk surga, mulai dari manusia pertama yang memasuki surga, hingga penghuni terakhir di tempat tersebut. Semuanya digamnbarkan secara lugas berdasar pada beberapa dail al-qur’an dan hadits nabi. Gambaran kenikmatan surga dalam buku tentu diharapakan menjadi spirit bagi umat mansuia untuk selalu meningkatkan kedekatan kita kepada sang pemilik sura yaitu Allah SWT. Sehingga, ridla-Nya akan mengantarkan kita semua ke tempat yang luar biasa tersebut.

Betapa bahagianya para penduduk surga yang dapat melihat keagungan Allah SWT. Kejadian itu diibaratkan ketika manusia melihat bulan purnama di dunia, mereka tidak perlu berdesak-desakan untuk menyaksikannya. (Hal. 216). 


Tulisan ini dimuat di Harian Kabar Madura, 13 Mei 2016

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons