Selasa, 17 Oktober 2017

Agar APBD Memihak Pada Rakyat

Judul : Optimalisasi Fungsi Penganggaran DPRD
Penulis : Dadang Swanda
Penerbit : Rosda Karya
Cetakan : 2017
Tebal : 226 Halaman
ISBN : 978-979-692-718-0
Peresensi: Ahmad Wiyono*
Sedikitnya ada tiga tugas pokok dan fungsi utama yaing dimiliki oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) termasuk di daerah. Masing-masing adalah tugas Budgeting, Controling dan legislasi. Ketiga tugas tersebut wajib dijalankan oleh seluruh anggota legislatif sebagai proses penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah.

Dalam konteks kedaerhaan, DPRD memliki tanggungjawab muthlak untuk mewakili aspirasi rakyat melalui lembaga tersebut. Sehingga, seluruh rancangan kegiatan pemerintah bisa dipastikan memihak pada kepentingan masyarakat. Ini bisa terwujud jika dalam proses penganggaran, realisasi hingga pengawasannya, DPRD betul-betul membawa aspirasi masyarakat.

Buku berjudul Optimalisasi Fungsi Penganggaran DPRD ini mengulas tentang peran sebtral DPRD dalam proses penyusunan, pembahasan hingga pada pengawasan anggaran di daerah, yang tujuannya adalah untuk menghasilkan produk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.

Perjuangan awal DPRD dalam memastikan pengaggaran yang populis untuk rakyat adaah dimulai dari pembahasan di Badan Anggaran (banggar) DPRD, dalam proses ini seluruh anggota banggar memiliki peran penting dalam mengarahkan kondisi anggaran sesuai aspirasi masyarakat. Untuk itu, konsistensi Banggar dalam menerjemahkan aspirasi masyarakat bisa dilihat dari struktur anggaran yang dihasilkan oleh Banggar itu sendiri.

Panitia anggaran (Badan Anggaran) DPRD adalah suatu tim khusus yang bertugas untuk memberikan saran dan masukan kepada kepala daerah tentang penetapan, perubahan dan perhitungan APBD yang diajukan oleh pemerintah daerah sebelum dirapatkan dalam rapat paripurna. (Hal. 61).

Penetapan anggaran merupakan tahapan yang dimulai ketika pemerintah daerah menyerahkan usulan anggaran kepada pihak DPRD selanjutnya DPRD akan melakukan pembahasan untuk beberapa waktu. Selama masa pembahasan akan terjadi diskusi antara pihak panitia (badan) Anggaran DPRD dengan TAPD  dimana pada kesempatan ini pihak DPRD berkesempatan untuk menanyakan dasar-dasar kebijakan pemerintah daerah dalam membahas usulan anggaran tersebut. (Hal. 63).

Berpijak pada pernyataan di atas, sudah dapat dupastikan bahwa peran DPRD dalam melahirkan APBD yang merakyat sangat sentral, proses yang dimulai sejak pembahasan di Banggar hingga pada penetepan di rapat paripurna tentu ditentukan oleh kometmen dan konsistensi para wakil rakyat, jika mereka konsisten dalam memenuhi aspirasi masyarakat, maka bisa dipastikan anggaran yang disahkan juga akan berpihak pada kepentingan masyarakat umum.

Buku ini disajikan untuk mempertegas fungsi utama DPRD sebagai lembaga represntasi masyarakat, dalam konteks penganggaran, para anggota DPRD harus betul-betul memahami kondisi emperik dari segenap keungan daerah berikut kebutuhan rakyat yang harus dicover dalam APBD tersebut. Buku setebal 226 halaman ini tentu tidak hanya bemanfaat untuk menambah pengetahuan seputar fungsi penganggaran  anggota DPRD, lebih dari pada itu, kita bisa memahami bahwa fakta keberpihakan APBD terhadap rakyat sangat ditentukan oleh kometmen dari para wakil rakyat tersebut. Maka, mari kita kawal kometmen mereka sebagai wakil dari masyarakat. Selamat membaca.


Tulisan ini dimuat di harian Padang ekspres, 1 Oktober 2017

Mempertegas Peran Pengawasan Wakil Rakyat


Judul : Peran Pengawasan DPRD
Penulis  : Dadang Suwanda
Penerbit : Rosda Karya
Cetakan : 1. 2017
Tebal : 240 Halaman
ISBN : 978-979-692-744-9
Peresensi   : : Ahmad Wiyono*
DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan lembaga representasi rakyat di tingkat daerah, lembaga ini juga menjadi unsur penyelenggara pemerintahan. DPRD memiliki sejumlah peran dan fungsi pokok, diantaranya adalah peran legislasi, kontrol dan penganggaran.

Sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD tentu bertanggungjwab untuk memposisikan diri sebagai wakil dari masyarakat. Untuk itu, legislator  dituntut bisa mewakili segala aspirasi rakyat yang diwakili. Hal itu bisa diwujudkan dalam format perjuangan penganggaran yang betul-betul memihak pada kepentingan rakyat.

Buku ini mencoba mengurai sejulah fungsi dokok DPRD sebgai representasi masyarakat, fokus bahasan pada buku terbitan Rosda karya ini adalah pada spek pengawasan DPRD terhadap perjalana pemerintahan. Sehingga, secara garis besar penulis membagi fungsi pengawasan DPRD pada dua aspek, yaitu pengawasan kinerja dan pengawasan keuangan.

Dibidang pengawasan kinerja, DPRD mempunyai kewenangan untuk megawasi seluruh program kegiatan pemerintah yang bermuara pada laporan kinera pertanggung jawaban. Sementara dalam konteks pengawasan keuangan, DPRD memiliki hak untuk mengkaji proses penganggaran, pengesahan hingga pada realisasi keuangan itu sendiri. Proses ini nantinya akan berujung pada kegiatan laporan keuangan pemerintah daerah.

Mengawal dan menilai keberhasilan kinerja pemerintah daerah juga termasuk dalam ruang lingkup tanggungjwab DPRD, lembaga ini memiliki peran penting dalam menata dan mengoreksi sejauh mana keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan amanah yang terutang dalam visi misinya. Untuk itu, pemerintah daerah tentu harus intensif melakukan komunikasi dengan para legisltor di gedung wakil rakyat. Demikian pula, DPRD harus objektif dalam memberikan penilaian sehingga keberhasilan pemerintahan tidak hanya sekedar simbolik.

Kesulitan yang dihadapi DPRD  dalam menilai keberhasilan dan atau kegagalan kepala daerah dalam pemcapaian visi dan misi adalah bahwa seringkali visi dirumuskan dalam bentuk kalimat yang sangat abstrak, tanpa disertai indikator pencapaian visi yang jelas dan terukur. Demikian pula berkenaan dengan misi yang akan dijalankan, untuk mencapai misi  sering tidak disertai dengan indikator pencapaian misi yang jelas dan terukur. (Hal. 73).

Dalam konteks inilah, anggota DPRD perlu memiliki kepekaan dan sikap kritis yang tinggi, sehingga capaian keberhasilan proram pemerintah daerah betul-betul sesuai dengan amanah visi dan misi yang telah ditawarkan. Fungsi kontrol dan pengawsan kinerja menjadi kata kunci dalam merekam denyut nadi kegiatan pemerintah daerah, jika tidak, maka perjalanan pemerintahan hanya bersifat formalitas.

Sementara itu, segala hal yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan atau pun penyalahgunaan keuangan daerah, DPRD tentu harus memonitor sekaligus mengevaluasi seluruh dugaan tersebut, kendati DPRD tak memiliki kewenangan langsung, namun jika ada laporan dari Badan Pemeriksa keuangan (BPK) terkait kasus semacam itu, maka DPRD tentu harus mengawal proses penyelsasain kasus tersebut dengan baik.

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPRD terhadap Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan BPK, labgkah-langkah yang dilakukan oleh DPRD dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK adalah mengawasi dan memantau pelaksanaan tindak lanjut yang dilakukan oleh pemerintah daerah. (Hal. 203).

Buku ini akan memberikan pencerahan seputar tugas pokok DPRD, terutama terkait fungsi dasar, yaitu Legislasi, Budgeting, dan Controling. Membaca buku ini kita akan paham sejauh mana sebenarnya kinerja DPRD sebagai lembaga reprsentasi masyarakat. Sehingga, kita pun bisa menjadi alat Kontrol terhadap DPRD itu sedniri. Selamat Membaca.



Tulisan ini dimuat di Harian Malang Post, 15 oktober 2017

Jumat, 03 Maret 2017

Doa-doa Istijabah Amalan Muslimah

udul : Wahai Muslimah, inilah Doamu
Pemulis : Sita Simpati
Penerbit : Mizania
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 178 Halaman
ISBN : 978-602-418-054-6
Sebenarnya tidak ada perbedaan khusus doa antara laki-laki dan perempuan, setiap doa bebas disampaikan oleh siapa saja, termasuk oleh semua jenis kelamin. Hanya saja dalam konteks tertentu, perempuan atau muslimah memiliki keistimewaan tersendiri dalam melantunkan doa. 

Salah satunya adalah karena muslimah memiliki satu peran yang tidak bisa dimiliki oleh seorang lakilaki, semisal hamil danmelahirkan, peran ini jelas secara kodrati hanya dimiliki oleh perempuan. Nah, dalam kontkes inilah muslimah dinilia memiliki keistimewaan, sehingga kodrat itulah yang kemudian dianggap memliki implikasi doa yang istijabah bagi seorang muslimah.

Isi buku ini sebenarnya lebih menekankan keutamaan doa yang dilantunkan oleh seorang muslimah, tentu dengan alasan sejumlah segmentasi peran dan keistimewaan muslimah itu sendiri. Di awal pembuka buku ini secara umum mengulas bagaimana tata cara berdoa yang baik dan benar sehingga bisa berdampak secara langsung terhadap diijabahanya doa tersebut. Tata cara berdoa ini digambarkan dalam bentuk uraian teoritis namun mudah dipraktikkan.

Doa yang baik adalah doa yang dipanjatkan tanpa keraguan sambil meyakini bahwa Allah Swt. Akan senantiasa bersama hamba-hambanya yang sabar. Rasulullah Saw juga menekankan pentingnya doa sebagai salah satu faktor tercapainya keinginan dan haraoan kita. Beliau bahkan meimnta kita untuk tak pernah berputus asa dalam berdoa (Hal. 8).

Selain itu, doa juga harus dlakukan berdasarkan etika dan cara yang baik, hal ini juga berkaitan dengan peluang diijabahnya doa tersebut, dalam buku ini juga diurai bagaimana etika berdoa tersebut, tentu bagi seorang muslimah yang memiliki harapan besar tentang sesuatu, maka setiap berdoa harus memperhatikan sejumlah etika seperti yang sudah diurai dalam buku terbitan Mizania ini. 

Sejumlah etika itu antara lain adalah berdoa hanya kepada Allah, yakin akan dikabulkan, berdoa dengan rendah hati dan suara lembut, tidak berlebih-lebihan dalam sikap dan permintaan, memanjatkan doa dibarengi rasa takut dan penuh harap, doa diulang sampai tiga kali, bukan mendoakan keburukan,dipanjatkan sendiri, menengadahkan bagian dalam telapak tangan, diawali dengan asmaul khusna, serta dimulai dengan hamdalah dan shalawat (hal. 24-26).

Mengingat sisi keistimewaan kaum muslimah sehingga mendapat porsi khusus dalam diterimnya doa,maka penting sekali kaum hawa tersebut untuk selalu memanjatkan doa demi kebaikan dan harapan semua orang yang dia doakan. Kompelksitas peran yang dimiliki oleh kaum perempuan menjadikannya istimewa, sehingga doanya pun tergolong sitimewa. Buku ini juga dilengkapi dengan sejumlah contoh doa dan amalan yang bisa dilantunkan oleh kaum muslimah. 

Saudariku, wanita dengan beragam peran yang harus dijlaninya tentu tak bisa lepas dari maalah, apalagi secara fitrah, wanita lebih banyak mengedapankan hati atau perasaan  untuk menilai sesuatu. Karena itu, kita harus menyiasati agar kita dapat menutupi kelemahan itu sehingga menjadi lebih tegar tatkala kita dirundung masalah (Hal. 45) 



Dimuat di Harian Samarinda Pos

Reportase Khazanah Kebudayaan Islam Dunia

Judul : 1001 Masjid di 5 Benua
Penulis :  Taufik Uieks
Penerbit : Mizan
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 254 Halaman
ISBN : 978-979-433-973-8
Semua orang tentu sepakat, bahwa Masjid adalah tempat beribadah bagi umat islam, di tempat inilah manusia melakukan komunikasi ritual dengan Tuhan, makanya masjid sering disebut sebagai rumah Allah. 

Lebih dari pada itu, masjid ternyata juga menjadi pusat khazanah kebudayan islam, setumpuk rekaman peradaban islam masa lalu tak jarang kita temui dalam sebuah masjid, di sana pula sejarah perjuangan sebuah bangsa kadang terekam dengan utuh, mulai dari arsitek bangunannya, monumen-monumen yang ada di dalamnya, termasuk benda-beda sejarah yang tersimpan utuh, semua menyimpan pesan sejarah yang tidak mungkin terlupakan oleh pergulatan zaman.

1001 Masjid dari berbagai belahan dunia yang pernah disinggahi penulis buku ini mencerminkan khazanah dan kekayaan kebudayaan islam dunia, ada jutaan rekaman peristiwa yang pernah terjadi di daerah tersebut, yang kemudian tersaji dalam kekokohan rumah Allah yang begitu beraneka bentuk, termasuk ornament yang sangat unik itu. 

Masjid-masjid dunia yang diceritakan dalam catatan perjalanan penulis di buku ini tak hanya menggambarkan tentang keindahan pesona masjid, namun juga mengandung nilai history yang  begitu dalam, begitu juga makna solidaritas dan persaudaraan yang penulis temukan dari setiap orang yang pernah dtemui di majid tersebut, dengan latar belakang etnis, suku bahkan Negara yang berbeda.

Salah satu kisah unik yang penulis temukan dalam perjalannya mengitari sejumlah masjid dunia dalah ketika berkunjung ke masjid Kapitan keling, masjid ini terletak di salah satu pulau di Malaysia. Penulis menemukan ada Al-Qur’an yang telah diterjemah hingga 10 bahasa, ini tentu menarik, mengingat  Al-Quran yang dterjemah hingga 10 bahasa. Sebuah kekayaan budaya yang terpancar dari rumah Allah.

Ketika kembali ke halaman, saya mendekati menara masjid, lalu berusaha melihatnya dari sudut lain dengan latar belakang bangunan-bangunan tua yang ada di seberang masjid. Ketika berada di deipan pintu kaca pusat informasi yang ada di bawah menara, sempat diperlihatkan  bahwa kedua sisi pntunya dihiasi dengan suat Al-‘Ashr ayat 1-3, yang selain dalam bahasa arab juga diterjemahkan dalam Sembilan bahasa; yaitu Inggris, Prancis, Spanyol, Italia, Jerman, Belanda, Cina, Jepang, dan Korea (Hal. 86).

Keunikan lain yang ditemukan penulis dalam catatan perjalanannya mengelilingi masjid dunia adalah saat berkunjung ke Zentralmoschee, salah satu masjid di Jerman, masjid yang satu ini  memiliki kekhasan dalam model bangunan, baik dari penataan bangunan masjid, hingga hal-hal kecil seperti tempat wudhu.
Yang paling menarik perhatian penulis, adalah tempat wudhuh yang persis mirip toilet, sehingga hal itu menjadi pusat perhatian bagi setiap orang yang berkunjung ke masjid tersebut. Tempat wudhu tiu menjadi daya tarik khsus utamanya bagi orang yang baru pertama kali mengujunginya.

Yang membuat saya sedikit terkejut adalah bentuk tempat wudhunya. Tidak seperti kebanyakan masjid lainnya, tempat wudhu di masjid ini berbetuk toilet (toilet wanita) yang dimodifikasi (Hal. 132).

Lain halnya dengan Masjid di Wasinton DC, masjid di tmpat itu juga hadir sebagai pusat edukasi budaya, bahkan uniknya, masjid itu memajang bendera terbanyak di dunia.

Pendeknya, di The Islamic Centre of Wasington DC, selain beribadah, kita juga belajar dan mengenal berbagai perspektif budaya negeri-negeri islam dari segala pelosok dunuia. Namun, yang paling mengesankan dari masjid tersebut adalah deretan bendera yang menghiasi halamnnya yang luas (Hal. 220)


Dimuat di Harian tribun jateng, 26 Pebruari 2017

Sepenggal Kisah Perempuan Penyintas Kanker

Judul : Think Pink
Penulis : Arie Primadewi
Penerbit : qanita
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 101 Halaman
ISBN : 978-602-402-048-4
Kalau bisa memilih,  tentu tak ada manusia yang mau mengidap penyakit kanker, salah satu penyakit berbahaya yang konon bisa merenggut nyawa manusia. Namun siapa yang bisa melawan takdir, tak sedikit manusia yang kadang tiba-tba divonis mengidap penyakit mengerikan tersebut.

Itu barangkali yang dirasakan oleh seorang Arie Primadewi Sukamto, peremuan tegar penyintas kanker payudara dalam kisah Think Pink-nya ini. sebuah kenyataan hidup yang tidak boleh tidak harus menghinggapi lembaran sejarah kehidupannya. Tapi baginya, itu bukan akhir dari segalanya, di tengah himpitan penyakit yang menderanya, dia masih bisa tegar, bahkan terus optimis menatap jauh hari esok.

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa sakit adalah sesutau yang tidak menyenangkan, suasana menjadi tidak asyik, bahkan cenderung kelam, itu juga dia rasakan. Apalagi bagi seorang ibu, jika ibu sakit, maka seluruh isi rumah akan menjadi buram, anak dan suami tentu seperti kehilangan kemudi. Dan inilah curahan  hati seorang penyintas kanker Payudara tentang Susana kelam masa sakit.

Saat sakit, aku juga merasakan rumah serasa tak ada aura segarnya. Rumah bagaikan kehilangan geliatnya karena anak dan suami sedih –walau mereka berusaha tak memperlihatkannya (Hal. 15).

Vonis kanker yang didapatkannya tentu menggoncangkan perasaan dan jiwanya, namun hal itu belum menjadi “kiamat” bagi dirinya. Ada harapan untuk memperbaiki semuanya. Itu dia buktikan, sehingga dia tetap mampu tegar dan berusaha mencari jalan keluar. Membangun motivasi diri adalah salah satu kunci keberhasilannya menjalani masa-masa kelam tersebut. Dia yakinkan bahwa pasti ada jalan dan hikmah besar di balik semua itu. Karena rencana Tuhan selalu istimewa.

Jadi, kanker bukan hal yang harus ku sesali, melainkan harus ku syukuri sebagai titik awal hidup penuh kualitas yang tak lagi begantung pada obat-obatan, jauh dari sakit-sakit ringan maupun  berat.

Nah, bagi teman-teman yang merasa dunia runtuh karena tervonis kanker, ubah, yuuk, mindset-nya. Jadikan ini titik awal untuk idup penuh kualitas, berjuang untuk diri sendiri sebagai tanggung jawab dan rasa cinta pada keluarga, anak dan suami (Hal. 54).

Ini bukan ungkapan biasa, ada kekuatan hati yang mendorong setiap desah dafas dan ucapannya. Sepenggal kisahnya dalam menjalani hdup sebagai penderita kanker begitu anggun terurai dalam buku terbitan  qanita ini. Dan hal teroenting adalah inspirasi dari perjuangnnya dalam menjalani masa kelam tersebut.

Vonis kanker yang dia terima pada tahun 2013 silam, ternyata tidak menjadikan surut semangat juangnya, ibu 3 anak hebat ini justeru terus berupaya setegar mungkin untuk mencari solsui terbaik tanpa harus berputus asa dan menyerah terhadap nasib. Dan itulah yang menjadikan dirinya sebagai perempuan hebat penyintas kanker payudara. Sungguh inspiratif.



Dimuat di Harian Bhirawa


Sukses Tak Harus Menunggu Tua

Judul : Sukses Di usia Muda Harga Mati
Penulis          : Ahmad Zainudin M. Nafis
Penerbit : Mizania
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 171 Halaman
ISBN : 978-602-418-082-9

Banyak orang beranggapan bahwa hidup sukses tidak harus menunggu usia tua, jika sukses bisa diraih di usia muda mengapa harus menunggu tua. Bahkan ada yang bilang bahwa sukses di usia tua adalah hal yang biasa, sementara sukses di suia muda merupakan sesuatu yang luar biasa.

Kesuksesan dimaksud tentu dalam berbagai aspek dan deminsi kehidupan, setidaknya bisa disederhanakan dalam definisi sukses yang paling dasar, yaitu tercapainya sesuatu yang menjadi impian dalam idup seseorang. Maka, jika hal itu bisa digapai di usia yang sangat belia mengapa harus ditunda-tunda.

Buku ini hendak menyampaikan informasi tentang metode meraih sukses di usia muda, ada beberaa konsep yang diulas dan bisa dijadikan referensi untuk menjalani proses mendaki kesuksesan tersebut. Dalam buku berjudul Sukses di usia Muda Harga Mati ini dijabarkan sejumlah langkah teknis yang mudah dilakukan untuk menggapai sukses tersebut.

Salah saunya adalah menimba pemgalaman pada orang-orang sukse sebelumnya, seperti kita tahu bahwa untuk mengetahui sesuatu setidaknya kita bisa belajar pada orang yang telah mengetahuinya, begitu juga untuk bisa sukses, maka kita perlu belajar pada orang yang telah sukses.  Karena dari belajar itulah kita akan mencoba hal sama bahkan lebih dari yang telah dilakukan orang-orang sebelumnya.

Jika ingin melakukan pendakian ke sebuah puncak gunung, kita mesti belajar dari orang-orang yang telah sampai ke sana. Ini jika kita ingin mengurangi resiko yang mungkin terjadi dan dapat dengan mudah menggapai puncaknya. Bahkan, dengan belajar kepada mereka, kita bisa lebih cepat sampai ke puncak gunung tersebut melebihi mereka (Hal. 22).

Setelah belajar pada orang-orang yang sudah sukses, langkah berikutnya adalah menyiapkan segala sesuatu yang bersifat teknis secara sistematis. Ini berkaitan dengan sejumlah langkah yang akan ditempuh. Dengan menyusun langkah-lamgkah tesebut, maka kita mudah menjalani sekaligus mengevaluasinya.

Yang tak kalah pentingnya adalah organisir waktu, kaena waktu akan terus berjalan tanpa henti, jika manusia ingin sukses maka harus mampu mengorganisir waktu dengan baik. Buku ini secara khusus mengulas pentingnya mngorganisir waktu. Jiika seseorang ingin berhasil mencapai puncak, maka waktu harus selalu diperhatikan, dan jangan sampai ada waktu terbuang secara percuma.

Salah satu bentuk kedewasaan seseorang adalah mampu mengatur dan mengoptimalkan waktu yang telah diberikan Allah Taala untuk melakukan hal-hal yang bernanfaat (Hal. 112).

Selain itu, hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah upaya menghindari putus asa, dalam setiap proses, putus harapan pasti akan menimpa seiap orang, apalagi bagi orang yang pernah mengalami gagal, namun demikian, jangan sampai kegegalan berakibat pada hilangnya harapan untuk bangkit. Maka, kunci berikutnya untuk bisa sukses adalah menghindari keputus asaan.

Sungguh tidak ada suatu impian yang terus menerus  diperjuangkan, melainkan pasti akan tergapai dan membuahkan hasil pada ahirnya. Insya Allah (Hal. 151).

Sukses tentu adalah dambaan setiap orang, meski tidak semua orang mau perpenjuangkannya. Maka, jika anda hendak meraih sukses di usia muda, uraian dalam buku terbitan Mizania ini bisa dijadikan rujukan untuk memperkuat semangat meraih sukses sebelum usia tua. Selamat membaca



Dimuat di Harian Nasional

Banyak Jalan Menuju Sukses

Judul : Bisnis Berkah dan Sukses Bermodal Katalog
Penulis : Tri Astuti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 163 Halaman
ISBN : 978-602-03-3439-4
Jika kita menyaksikan ada seseorang yang sukses dalam berbisnis, tentu kita berfikir bagaimana cara dan prosesnya sehingga dia bisa sesukses itu?. Padahal sukses yang mereka raih hari ini adalah buah perjuangan yang “berdarah-darah” yang mereka lakukan di masa lalu. Karena sukses bukanlah sesuatu yang gratis, melainkan harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

Seperti kisah Tri Astuti dalam buku berjudul Bisnis berkah dan Sukses Bermodal Katalog ini, perempuan tangguh yang mengawali bisnisnya dengan setupuk kegagalan, puluhan ragam jenis bisnis yang dia geluti sejak muda, ternyata tak satupun yang bisa menjadikannya sebagai orang sukses. Justeru sebaliknya, gagal dan gagal.

Namun dekian, ketegaran dan kegigihannya untuk selalu bangkit dari keterpurukan, pada akhirnya mengantarkannya menjadi seorang bisnisman sukses kala itu. Berbagai inovasi dia lakukan demi menata kembali peluang bisnis yang telah dia jalankan sebelumnya, salah satnya adalah dengan membuat produk pakaian sendiri. Baginya, segala kegagalan dan kendala-kendala yang pernah dialami dijadikan cambuk untuk menggapai keberhasilan di masa yang akan datang.

Berangkat dari kendala-kendala tersebut, saya mulai berfikir lagi, “Kenapa nggak saya bikin produk pakaian sendiri?, setidaknya kalau produk sendiri  saya bisa meminimalkan kendala-kendala yang biasanya terjadi ketika menjual produk orang lain (Hal. 38).

Secara bertahap, bisnisnya mulai tertata dengan baik, berbagai metode dia lakukan untuk mengembangkan bisnis yang dikelolanya itu. Satu hal yang bisa disarikan dari perjalanannya, bahwa jatuh bangun dalam berbisnis adalah seseatu yang pasti dan biasa.

Buku terbitan Gramedia Pustaka Utama ini juga mengurai beberapa pemicu Kegagalan dalam menjalani bisnis dan harus dihindari, diantaranya adalah membuat keputusan saat sedang emosi, belum memliki ilmu pemetaan untung rugi bisnis, dikejar-kejar tagihan Bank dikarenakan terlalu banyak menggunakan modal bisnis dari perbankan. 



Dimuat di Harian Samarinda Pos


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons