Jumat, 03 Maret 2017

Doa-doa Istijabah Amalan Muslimah

udul : Wahai Muslimah, inilah Doamu
Pemulis : Sita Simpati
Penerbit : Mizania
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 178 Halaman
ISBN : 978-602-418-054-6
Sebenarnya tidak ada perbedaan khusus doa antara laki-laki dan perempuan, setiap doa bebas disampaikan oleh siapa saja, termasuk oleh semua jenis kelamin. Hanya saja dalam konteks tertentu, perempuan atau muslimah memiliki keistimewaan tersendiri dalam melantunkan doa. 

Salah satunya adalah karena muslimah memiliki satu peran yang tidak bisa dimiliki oleh seorang lakilaki, semisal hamil danmelahirkan, peran ini jelas secara kodrati hanya dimiliki oleh perempuan. Nah, dalam kontkes inilah muslimah dinilia memiliki keistimewaan, sehingga kodrat itulah yang kemudian dianggap memliki implikasi doa yang istijabah bagi seorang muslimah.

Isi buku ini sebenarnya lebih menekankan keutamaan doa yang dilantunkan oleh seorang muslimah, tentu dengan alasan sejumlah segmentasi peran dan keistimewaan muslimah itu sendiri. Di awal pembuka buku ini secara umum mengulas bagaimana tata cara berdoa yang baik dan benar sehingga bisa berdampak secara langsung terhadap diijabahanya doa tersebut. Tata cara berdoa ini digambarkan dalam bentuk uraian teoritis namun mudah dipraktikkan.

Doa yang baik adalah doa yang dipanjatkan tanpa keraguan sambil meyakini bahwa Allah Swt. Akan senantiasa bersama hamba-hambanya yang sabar. Rasulullah Saw juga menekankan pentingnya doa sebagai salah satu faktor tercapainya keinginan dan haraoan kita. Beliau bahkan meimnta kita untuk tak pernah berputus asa dalam berdoa (Hal. 8).

Selain itu, doa juga harus dlakukan berdasarkan etika dan cara yang baik, hal ini juga berkaitan dengan peluang diijabahnya doa tersebut, dalam buku ini juga diurai bagaimana etika berdoa tersebut, tentu bagi seorang muslimah yang memiliki harapan besar tentang sesuatu, maka setiap berdoa harus memperhatikan sejumlah etika seperti yang sudah diurai dalam buku terbitan Mizania ini. 

Sejumlah etika itu antara lain adalah berdoa hanya kepada Allah, yakin akan dikabulkan, berdoa dengan rendah hati dan suara lembut, tidak berlebih-lebihan dalam sikap dan permintaan, memanjatkan doa dibarengi rasa takut dan penuh harap, doa diulang sampai tiga kali, bukan mendoakan keburukan,dipanjatkan sendiri, menengadahkan bagian dalam telapak tangan, diawali dengan asmaul khusna, serta dimulai dengan hamdalah dan shalawat (hal. 24-26).

Mengingat sisi keistimewaan kaum muslimah sehingga mendapat porsi khusus dalam diterimnya doa,maka penting sekali kaum hawa tersebut untuk selalu memanjatkan doa demi kebaikan dan harapan semua orang yang dia doakan. Kompelksitas peran yang dimiliki oleh kaum perempuan menjadikannya istimewa, sehingga doanya pun tergolong sitimewa. Buku ini juga dilengkapi dengan sejumlah contoh doa dan amalan yang bisa dilantunkan oleh kaum muslimah. 

Saudariku, wanita dengan beragam peran yang harus dijlaninya tentu tak bisa lepas dari maalah, apalagi secara fitrah, wanita lebih banyak mengedapankan hati atau perasaan  untuk menilai sesuatu. Karena itu, kita harus menyiasati agar kita dapat menutupi kelemahan itu sehingga menjadi lebih tegar tatkala kita dirundung masalah (Hal. 45) 



Dimuat di Harian Samarinda Pos

Reportase Khazanah Kebudayaan Islam Dunia

Judul : 1001 Masjid di 5 Benua
Penulis :  Taufik Uieks
Penerbit : Mizan
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 254 Halaman
ISBN : 978-979-433-973-8
Semua orang tentu sepakat, bahwa Masjid adalah tempat beribadah bagi umat islam, di tempat inilah manusia melakukan komunikasi ritual dengan Tuhan, makanya masjid sering disebut sebagai rumah Allah. 

Lebih dari pada itu, masjid ternyata juga menjadi pusat khazanah kebudayan islam, setumpuk rekaman peradaban islam masa lalu tak jarang kita temui dalam sebuah masjid, di sana pula sejarah perjuangan sebuah bangsa kadang terekam dengan utuh, mulai dari arsitek bangunannya, monumen-monumen yang ada di dalamnya, termasuk benda-beda sejarah yang tersimpan utuh, semua menyimpan pesan sejarah yang tidak mungkin terlupakan oleh pergulatan zaman.

1001 Masjid dari berbagai belahan dunia yang pernah disinggahi penulis buku ini mencerminkan khazanah dan kekayaan kebudayaan islam dunia, ada jutaan rekaman peristiwa yang pernah terjadi di daerah tersebut, yang kemudian tersaji dalam kekokohan rumah Allah yang begitu beraneka bentuk, termasuk ornament yang sangat unik itu. 

Masjid-masjid dunia yang diceritakan dalam catatan perjalanan penulis di buku ini tak hanya menggambarkan tentang keindahan pesona masjid, namun juga mengandung nilai history yang  begitu dalam, begitu juga makna solidaritas dan persaudaraan yang penulis temukan dari setiap orang yang pernah dtemui di majid tersebut, dengan latar belakang etnis, suku bahkan Negara yang berbeda.

Salah satu kisah unik yang penulis temukan dalam perjalannya mengitari sejumlah masjid dunia dalah ketika berkunjung ke masjid Kapitan keling, masjid ini terletak di salah satu pulau di Malaysia. Penulis menemukan ada Al-Qur’an yang telah diterjemah hingga 10 bahasa, ini tentu menarik, mengingat  Al-Quran yang dterjemah hingga 10 bahasa. Sebuah kekayaan budaya yang terpancar dari rumah Allah.

Ketika kembali ke halaman, saya mendekati menara masjid, lalu berusaha melihatnya dari sudut lain dengan latar belakang bangunan-bangunan tua yang ada di seberang masjid. Ketika berada di deipan pintu kaca pusat informasi yang ada di bawah menara, sempat diperlihatkan  bahwa kedua sisi pntunya dihiasi dengan suat Al-‘Ashr ayat 1-3, yang selain dalam bahasa arab juga diterjemahkan dalam Sembilan bahasa; yaitu Inggris, Prancis, Spanyol, Italia, Jerman, Belanda, Cina, Jepang, dan Korea (Hal. 86).

Keunikan lain yang ditemukan penulis dalam catatan perjalanannya mengelilingi masjid dunia adalah saat berkunjung ke Zentralmoschee, salah satu masjid di Jerman, masjid yang satu ini  memiliki kekhasan dalam model bangunan, baik dari penataan bangunan masjid, hingga hal-hal kecil seperti tempat wudhu.
Yang paling menarik perhatian penulis, adalah tempat wudhuh yang persis mirip toilet, sehingga hal itu menjadi pusat perhatian bagi setiap orang yang berkunjung ke masjid tersebut. Tempat wudhu tiu menjadi daya tarik khsus utamanya bagi orang yang baru pertama kali mengujunginya.

Yang membuat saya sedikit terkejut adalah bentuk tempat wudhunya. Tidak seperti kebanyakan masjid lainnya, tempat wudhu di masjid ini berbetuk toilet (toilet wanita) yang dimodifikasi (Hal. 132).

Lain halnya dengan Masjid di Wasinton DC, masjid di tmpat itu juga hadir sebagai pusat edukasi budaya, bahkan uniknya, masjid itu memajang bendera terbanyak di dunia.

Pendeknya, di The Islamic Centre of Wasington DC, selain beribadah, kita juga belajar dan mengenal berbagai perspektif budaya negeri-negeri islam dari segala pelosok dunuia. Namun, yang paling mengesankan dari masjid tersebut adalah deretan bendera yang menghiasi halamnnya yang luas (Hal. 220)


Dimuat di Harian tribun jateng, 26 Pebruari 2017

Sepenggal Kisah Perempuan Penyintas Kanker

Judul : Think Pink
Penulis : Arie Primadewi
Penerbit : qanita
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 101 Halaman
ISBN : 978-602-402-048-4
Kalau bisa memilih,  tentu tak ada manusia yang mau mengidap penyakit kanker, salah satu penyakit berbahaya yang konon bisa merenggut nyawa manusia. Namun siapa yang bisa melawan takdir, tak sedikit manusia yang kadang tiba-tba divonis mengidap penyakit mengerikan tersebut.

Itu barangkali yang dirasakan oleh seorang Arie Primadewi Sukamto, peremuan tegar penyintas kanker payudara dalam kisah Think Pink-nya ini. sebuah kenyataan hidup yang tidak boleh tidak harus menghinggapi lembaran sejarah kehidupannya. Tapi baginya, itu bukan akhir dari segalanya, di tengah himpitan penyakit yang menderanya, dia masih bisa tegar, bahkan terus optimis menatap jauh hari esok.

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa sakit adalah sesutau yang tidak menyenangkan, suasana menjadi tidak asyik, bahkan cenderung kelam, itu juga dia rasakan. Apalagi bagi seorang ibu, jika ibu sakit, maka seluruh isi rumah akan menjadi buram, anak dan suami tentu seperti kehilangan kemudi. Dan inilah curahan  hati seorang penyintas kanker Payudara tentang Susana kelam masa sakit.

Saat sakit, aku juga merasakan rumah serasa tak ada aura segarnya. Rumah bagaikan kehilangan geliatnya karena anak dan suami sedih –walau mereka berusaha tak memperlihatkannya (Hal. 15).

Vonis kanker yang didapatkannya tentu menggoncangkan perasaan dan jiwanya, namun hal itu belum menjadi “kiamat” bagi dirinya. Ada harapan untuk memperbaiki semuanya. Itu dia buktikan, sehingga dia tetap mampu tegar dan berusaha mencari jalan keluar. Membangun motivasi diri adalah salah satu kunci keberhasilannya menjalani masa-masa kelam tersebut. Dia yakinkan bahwa pasti ada jalan dan hikmah besar di balik semua itu. Karena rencana Tuhan selalu istimewa.

Jadi, kanker bukan hal yang harus ku sesali, melainkan harus ku syukuri sebagai titik awal hidup penuh kualitas yang tak lagi begantung pada obat-obatan, jauh dari sakit-sakit ringan maupun  berat.

Nah, bagi teman-teman yang merasa dunia runtuh karena tervonis kanker, ubah, yuuk, mindset-nya. Jadikan ini titik awal untuk idup penuh kualitas, berjuang untuk diri sendiri sebagai tanggung jawab dan rasa cinta pada keluarga, anak dan suami (Hal. 54).

Ini bukan ungkapan biasa, ada kekuatan hati yang mendorong setiap desah dafas dan ucapannya. Sepenggal kisahnya dalam menjalani hdup sebagai penderita kanker begitu anggun terurai dalam buku terbitan  qanita ini. Dan hal teroenting adalah inspirasi dari perjuangnnya dalam menjalani masa kelam tersebut.

Vonis kanker yang dia terima pada tahun 2013 silam, ternyata tidak menjadikan surut semangat juangnya, ibu 3 anak hebat ini justeru terus berupaya setegar mungkin untuk mencari solsui terbaik tanpa harus berputus asa dan menyerah terhadap nasib. Dan itulah yang menjadikan dirinya sebagai perempuan hebat penyintas kanker payudara. Sungguh inspiratif.



Dimuat di Harian Bhirawa


Sukses Tak Harus Menunggu Tua

Judul : Sukses Di usia Muda Harga Mati
Penulis          : Ahmad Zainudin M. Nafis
Penerbit : Mizania
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 171 Halaman
ISBN : 978-602-418-082-9

Banyak orang beranggapan bahwa hidup sukses tidak harus menunggu usia tua, jika sukses bisa diraih di usia muda mengapa harus menunggu tua. Bahkan ada yang bilang bahwa sukses di usia tua adalah hal yang biasa, sementara sukses di suia muda merupakan sesuatu yang luar biasa.

Kesuksesan dimaksud tentu dalam berbagai aspek dan deminsi kehidupan, setidaknya bisa disederhanakan dalam definisi sukses yang paling dasar, yaitu tercapainya sesuatu yang menjadi impian dalam idup seseorang. Maka, jika hal itu bisa digapai di usia yang sangat belia mengapa harus ditunda-tunda.

Buku ini hendak menyampaikan informasi tentang metode meraih sukses di usia muda, ada beberaa konsep yang diulas dan bisa dijadikan referensi untuk menjalani proses mendaki kesuksesan tersebut. Dalam buku berjudul Sukses di usia Muda Harga Mati ini dijabarkan sejumlah langkah teknis yang mudah dilakukan untuk menggapai sukses tersebut.

Salah saunya adalah menimba pemgalaman pada orang-orang sukse sebelumnya, seperti kita tahu bahwa untuk mengetahui sesuatu setidaknya kita bisa belajar pada orang yang telah mengetahuinya, begitu juga untuk bisa sukses, maka kita perlu belajar pada orang yang telah sukses.  Karena dari belajar itulah kita akan mencoba hal sama bahkan lebih dari yang telah dilakukan orang-orang sebelumnya.

Jika ingin melakukan pendakian ke sebuah puncak gunung, kita mesti belajar dari orang-orang yang telah sampai ke sana. Ini jika kita ingin mengurangi resiko yang mungkin terjadi dan dapat dengan mudah menggapai puncaknya. Bahkan, dengan belajar kepada mereka, kita bisa lebih cepat sampai ke puncak gunung tersebut melebihi mereka (Hal. 22).

Setelah belajar pada orang-orang yang sudah sukses, langkah berikutnya adalah menyiapkan segala sesuatu yang bersifat teknis secara sistematis. Ini berkaitan dengan sejumlah langkah yang akan ditempuh. Dengan menyusun langkah-lamgkah tesebut, maka kita mudah menjalani sekaligus mengevaluasinya.

Yang tak kalah pentingnya adalah organisir waktu, kaena waktu akan terus berjalan tanpa henti, jika manusia ingin sukses maka harus mampu mengorganisir waktu dengan baik. Buku ini secara khusus mengulas pentingnya mngorganisir waktu. Jiika seseorang ingin berhasil mencapai puncak, maka waktu harus selalu diperhatikan, dan jangan sampai ada waktu terbuang secara percuma.

Salah satu bentuk kedewasaan seseorang adalah mampu mengatur dan mengoptimalkan waktu yang telah diberikan Allah Taala untuk melakukan hal-hal yang bernanfaat (Hal. 112).

Selain itu, hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah upaya menghindari putus asa, dalam setiap proses, putus harapan pasti akan menimpa seiap orang, apalagi bagi orang yang pernah mengalami gagal, namun demikian, jangan sampai kegegalan berakibat pada hilangnya harapan untuk bangkit. Maka, kunci berikutnya untuk bisa sukses adalah menghindari keputus asaan.

Sungguh tidak ada suatu impian yang terus menerus  diperjuangkan, melainkan pasti akan tergapai dan membuahkan hasil pada ahirnya. Insya Allah (Hal. 151).

Sukses tentu adalah dambaan setiap orang, meski tidak semua orang mau perpenjuangkannya. Maka, jika anda hendak meraih sukses di usia muda, uraian dalam buku terbitan Mizania ini bisa dijadikan rujukan untuk memperkuat semangat meraih sukses sebelum usia tua. Selamat membaca



Dimuat di Harian Nasional

Banyak Jalan Menuju Sukses

Judul : Bisnis Berkah dan Sukses Bermodal Katalog
Penulis : Tri Astuti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 163 Halaman
ISBN : 978-602-03-3439-4
Jika kita menyaksikan ada seseorang yang sukses dalam berbisnis, tentu kita berfikir bagaimana cara dan prosesnya sehingga dia bisa sesukses itu?. Padahal sukses yang mereka raih hari ini adalah buah perjuangan yang “berdarah-darah” yang mereka lakukan di masa lalu. Karena sukses bukanlah sesuatu yang gratis, melainkan harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

Seperti kisah Tri Astuti dalam buku berjudul Bisnis berkah dan Sukses Bermodal Katalog ini, perempuan tangguh yang mengawali bisnisnya dengan setupuk kegagalan, puluhan ragam jenis bisnis yang dia geluti sejak muda, ternyata tak satupun yang bisa menjadikannya sebagai orang sukses. Justeru sebaliknya, gagal dan gagal.

Namun dekian, ketegaran dan kegigihannya untuk selalu bangkit dari keterpurukan, pada akhirnya mengantarkannya menjadi seorang bisnisman sukses kala itu. Berbagai inovasi dia lakukan demi menata kembali peluang bisnis yang telah dia jalankan sebelumnya, salah satnya adalah dengan membuat produk pakaian sendiri. Baginya, segala kegagalan dan kendala-kendala yang pernah dialami dijadikan cambuk untuk menggapai keberhasilan di masa yang akan datang.

Berangkat dari kendala-kendala tersebut, saya mulai berfikir lagi, “Kenapa nggak saya bikin produk pakaian sendiri?, setidaknya kalau produk sendiri  saya bisa meminimalkan kendala-kendala yang biasanya terjadi ketika menjual produk orang lain (Hal. 38).

Secara bertahap, bisnisnya mulai tertata dengan baik, berbagai metode dia lakukan untuk mengembangkan bisnis yang dikelolanya itu. Satu hal yang bisa disarikan dari perjalanannya, bahwa jatuh bangun dalam berbisnis adalah seseatu yang pasti dan biasa.

Buku terbitan Gramedia Pustaka Utama ini juga mengurai beberapa pemicu Kegagalan dalam menjalani bisnis dan harus dihindari, diantaranya adalah membuat keputusan saat sedang emosi, belum memliki ilmu pemetaan untung rugi bisnis, dikejar-kejar tagihan Bank dikarenakan terlalu banyak menggunakan modal bisnis dari perbankan. 



Dimuat di Harian Samarinda Pos


Rekam Jejak dan Nalar Politik Anies Baswedan

Judul : Anies; Tentang Anak Muda, Impian d
                            an Indonesia
Penulis :  Syafiq Basri
Penerbit : Noura Book
Cetakan : 1. Desembert 2016
Tebal : 200 Halaman
ISBN : 978-602-385-032-7
Indonesia butuh jembatan yang menyatukan bangsa ini, dan Jembatan itu adalah Anies Baswedan (Pandji Pragiwaksono)

Nama Anies Baswedan awalnya tidak begitu popular di negeri ini, aktifitas yang digelutinya belum membuat namanya dikenal oleh bangsa Indonesia, kendati dirinya sempat menjadi orang nomor satu di universitas Paramadina, bahkan juga menjadi pelopor program Idnonesia Mengajar. 

Anies Baswedan mulai jadi perhatian publik saat menjadi salah satu tim pemengan Jokowi Jk 2014 lalu,  sosoknya begitu luar biasa saat menyajikan gagasan program kebangsaan yang ditawarkan untuk negeri ini.  Brilliant, cernat dan cerdas, begitula publik menilai uraian ide yang dia sampaikan dalam berbagai kesempatan. Popularitasnya mencapai puncak saat dirinya resmi menjadi Menteri di republik ini.

Lantas, seperti apa sebenranya profil Anes Baswedan yang saat ini dikenal banyak orang sebagai sosok yang kritis, cerdas dan berwibawa tersebut?, bagaimana pula proses kreatif dan pendidikan seorang Anies masa lalu?, buku ini mncoba mengurai sisi mendalam seorang Anies mulai masa kecil, remaja, hinga menjadi politisi handal saat ini. Buku ini juga mengurai sejarah perjuangan dan nalar kritis Anies semasa menjadi maasiswa.

Kisah tentang sikap kritis Anies saat remaja setidaknya bisa dibaca melalui konsistensinya melawang Pungli (pungutan liar) saat dirinya mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM) kala itu. Dia berani melawan petugas demi mempertahankan kebenaran tentang prosedur pembuatan SIM tersebut. Dirinya sudah melakukan prosedur yang benar, namun oknom petugas masih meminta tambahan biaya dengan alasan ini dan itu, nah, disinilah nalar kritis Anies  bermain, debat pun tak bisa dihindari antara keduanya.

Bagaimana mungkin anak muda berani menentang petugas pembuat SIM? Anies memenangi duel argumentasi itu, dan mendapatkan SIM pertmanya. Namun, lebih dari itu, Anies muda yang berani melantangkan kebenaran adalah sebuah pelajaan yang harus dicontoh (Hal. 34).

Selain kritis, Anies muda juga terkenal jenius, di kampus tempat dia belajar, Anies adalah sosok mahasiswa cerdas yang dikagumi oleh teman-temannya, tak heran dia berhasil menjabat sebagai orang nomor stau ditingkatan mahqsiwa dalam roda organisasi kemahsiswaan. Dan saat itulah Anies muda berhasil menorehkan sejarah baru dalam dinamika kemahasiswaan Indonesia, dengan melahirkan satu lembaga Badan Eksekutif Senat Mahasiwa yang hingga kini diberlakukan disleuruh kampus ditanah air, meski telah mengalami peruahan nama.

Anies adalah ketua Badan Pekerja Kongres Mahasiswa UGM dan di sana dia mengarsiteki sebuah lembaga bernama Badan Eksekutif-Senat mahasiswa (BE-SM) yang merupakan cikal bakal “student government” yang dikenal dan dipraktikkan mahasiswa di seantero universitas di Indonesia saat ini. Setelah dijalankan selama setahun, BEM-SEM ini diteruskan evolusinya menjadi BEM. Terbentuklah BEM pertama di Indonesia pada 1993 (Hal. 54-55).

Sekilas bisa kita pahami, bahwa nalar kritis dan kecerdasan seorang Anies sudah tumbuh subur sejak usia muda, meski demikian, hal itu dia capai bukan dengan jalan mudah, melainkan dengan perjuangan yang “berdarah-darah” dan penuh pengorbanan. Semangat baja untuk belajar dan berjuanglah yang telah mengantarkan Anies muda menjadi sosok yang luar biasa kala itu.

Buku ini menyajikan sejarah penting perjalanan seorang Anies, dari bukan siapa-siapa, hingga menjadi orang penting di negeri ini. Kegigihannya dalam berjuang merupakan potret dan pesan utama dalam buku terbutan Noura Book ini. Bahwa manusia tidak akan menjadi siapa-siapa jika tanpa perjuangan yang sesungguhnya.

Pandangan tentang Indonesia masa depan juga diurai dalam buku ini melalaui buah pikiran Anies Baswedan, ada banyak harapan yang diselipkan seorang anies tentang bangsa dan negeri ini di masa-masa yang akan datang. Sosok akademisi sekaligus politisi yang saat ini menjadi kontestan di Pilgub DKI ini terus bersuara  lantang tentang nasib Indonesia ke depan, semua itu bisa kita baca dalam buku setebal 200 halaman ini. Sungguh inspiratif



Dimuat di Harian Duta Masyarakat

Kisah Para Penjaga Amanah

Judul : Para Pemimpin yang Menjaga Amanah
Penulis : Ahmad Rofi’ Usman
Penerbit : Bunyan
Cetakan :   1. September. 2016
Tebal : 180 Halaman
ISBN : 978-602-291-255-2
Salah satu tantangan tertebrat seorang pemimpin adalah menjalankan amanah yang telah dibebankan kepadanya, banyak sekali godaan dan cobaan yang sewaktu-waktu bisa membuat seorang pemimpin tergelincir dari menjalankan amanah kepemimpinannya tersebut.

Konsistensi menjaga amanah tentu menjadi taruhan keberhasilan kepemimpinan seseorang, karena hal itu akan berdampak secara langsung terhadap kesejahteraan orang-orang yang dipimpinnya. 

Perjalanan sosok para  pemimpin yang konsisten menjaga amanahnya,  bisa kita temukan dalam buku ini, di dalamnya menghimpun sejumlah kisah para khalifah yang begitu hati-hati dalam menjalankan amanah kepemimpinnya. Kisah-kisah para khalifah tersebut tersaji dalam bentuk certita memukau yang begitu mudah dicerna dan diteladani oleh kita semua.

Ada banyak kisah perjalanan para khalifah yang ditulis dalam buku terbitan Bunyan ini, semuanya merupakan tokoh-tokoh pemimpin islam masa lalu yang memiliki kometmen kuat dalam menjalankan amanah, sehingga  mereka sangat disegani oleh para rakyat yang dipimpinnya. Mereka antara lain adalah Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Abdul malik bin Marwan, Al-Wahid bin Abdul Malik, Umar Bin Abdul Aziz, Harun Al-Rasyid, Shalahuddin Al-Ayyubi dan beberapa tokoh lainnya.

Wujud nyata kepemimpinan amanah yang telah dilakukan oleh para khalifah itu bisa dilihat dari sejumlah kegiatan dan pengayomannya terhadap rakyatnya. Tak jarang para khalifah itu turun sendiri menemui rakyatnya demi memberikan pelayan dan bantuan kepada mereka. Dalam buku ini juga diulas sejumlah persitiwa-peristiwa menarik perjalanan para khalifah tersebut ketika mendatangi masyarakat  atau rakyatnya.

Buku ini mengurai makna amanah dalam tiga hal, diantaranya adalah amanah kepada Tuhan, kedua amanah kepada manusia, dan yang ketiga adalah amanah kepada dirinya sendiri. Tiga hal ini jika bisa dimiliki oleh seorang pemimpin, maka sudah bisa dipastikan seluruh rakyat yang dipimpinnya akan mengalami kesejahteraan dan kemakmuran. Seluruh kisah para khalifah yang konsisten menjalankan amanah yang diurai dalam buku ini patut untuk diteladani, terutama dalam kondisi krisi kepemimpinan saat ini. 



Dimuat di Harian Analisa

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons