Rabu, 06 Januari 2016

Mengungkap Fakta Sains Perspektif Al-Qur’an

Judul : Nalar Ayat-ayat Semesta
Penulis : Agus Purwantto
Penerbit :Mizan
Cetakan : 2015
Tebal : 558 Halaman
ISBN : 978-979-433-865-0
Peresensi : Ahmad Wiyono

KH. Hazim Muzadi Rais Suriah PBNU mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan hanya merupakan kitab suci, tetapi juga kitab Faktual. Pernyataan tersebut tentu didasari oleh banyak alasan, salah satunya berkaitan dengan eksistensi Al-Qur’an Al-Karim yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Selain itu, keberadaan Al-Qur’an yang memuat segala seluk beluk langit dan bumi beserta isinya menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan sepanjang kehidupan alam ini. Tak ada satu pun bagian kehidupan ini yang luput dari pmbbahasan Al-Qur’an. Ini yang menguatkan bahwa Al-Qur’an tak hanya menjadi kitab dan Imam tapi juga menjadi acuan sepanjang Zaman.

Salas satunya adalah pengetahuan dibidang sains, kita tahu betapa abad ini kecanggihan sains dan tekhnologi seakan telah mencapai puncak kejayaannya, seakan-akan tidak ada yang tak bisa diteropong secara ilmiah berdasar kecanggihan sains. Mulai dari ilmu kedokteran, taksonomi, Geofiska  dan sejenisnya, sehingga semua yang akan terjadi seakan sudah bisa diprediksi melalui kecanggihan sains tersebut.

Namun demikian, Al-Qur’an sebagai kitab faktual jauh sebelum sains itu mencapai puncak kemajuan juga telah mengulas seputar sains itu sendiri. Secara detil Al-Qur’an telah memberikan rujukan tentang berbagai peristiwa sains yang akan terjadi di buka bumi ternmasuk di langit. 

Melalui buku NalarAyat ayat Semesta ini, kita ingin meraktualsiasi wacana relasi Al-Qur’an dan Sains, agar manusia bisa paham bahwa sebenarnya basis konstruksi Ilmu Pengetahuan alam adalah al-Qur’an Al-Karim. Al-Qur’an lah sumber segala pengetahuan tersebut. Dan Al-Qur’an lah rujukan dari segala kecanggihan sains dan tekhnologi tersebut.

Kita tentu masih ingat peristiwa sunami yang mengguncang aceh bebera tahun yang lalu, bencana yang merenggut ribuan nyawa tersebut merupakan peristiwa alam, dalam perspektif ilmuwan kejadian itu diakibatkan oleh gempa bumi yang berdampak terhadap goncangan pada lempengan bawah laut. Fenomina alam tersebut pada dasarnya sudah termaktub dalam kitab suci Al-Qur’an. Getaran dan guncangan bumi seperti yang kita kenal saat ini dengan istilah gempa sudah ada dalam Al-Qur’an.
Apabila bumi doguncangkan sedahsyat-dahsyatnya (QS. Al-Waqiah [56]: 4). Ketika bumi doguncankan dengan guncangan yang dahsyat (QS. Al-Zalzalah [99]: 1). Sekali kalitidak, apabila bumi diguncangka berturut-turut (QS. Al-Fajr [89]: 21).

Potongan ayat di atas menunjukkan bahwa peristiwa alam yang berbentuk guncangan atau gerakan bumi, yang kemudian disebut gempa sudah termaktub dalam kitab-Nya. Sehingga kajian ilmiah berbasis sains terkait fenomina alam tersebut merupakan ilmu Al-Qur’an yang dibahas secara moderen.
Gerakan atau guncangan tersebut dikenal sebagai gempa bumi. Mengapa guncangan bumi dapat terjadi di tempat tertentu?  Kemungkinan guncangan terjadi pada lapisan bumi palimg luar sehingga perhatian diarahkan pada lapisan terluar (Hal. 354).

Buku ini secara detil mengungkap berbagai fakta tentang peristiwa sains yang bermula dari ilmu Al-Qur’an, penulis mengurai secara lengkap sisi sisi korelatif antara sains dengan Al-Qur’an, yang endingnya mengarah pada satu pemahaman bahwa semua jalinan sains dan perkembangannya di muka bumi sumberny a adalah Al-Qur’an.

Salah satu contoh yang paling mudah kita ketahui adalah persoalan musim atau kalender, selama ini kita hanya tahu bahwa jumlah bulan dalam satu tahun itu sebanayak 12, kita kurang memahami dari mana asal 12 bulan tersebut. Ilmu sains mengungkap bahwa itu semua adalah hasil pememuan para ilmuwan dari beberapa negara sejak berabad-abad silam.

Padahal, Al-Qur’an duah sangat jelas memuat tentang jumlah bulan dalam hitungan kalender. Angka 12 dalam satu tahun itu merupakan ketentuan Allah yang dituangkan melaui ayat-yat-Nya. Kita bisa baca dalam surat At-Taubah ayat 36.

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. (QS. At-Taubah [9]: 36). (Hal. 373).

Begitulah fakta sains yang tertuang dalam kitab suci Al-Qur’an, bahwa kemudian sains dan tekhnologi terus mengalami perkembangan yang sangat cepat, itu merupakan sesuatu yang harus kita apresiasi, kendati pada akhirnya kita harus kembali pada keyakiann awal, bahwa sains dan teknologi secanggih apapun semuanya sudah termaktub dalam AlQur’an.

Beberapa contoh yang disampaikan di atas seputar pembuktian bahwa Al-Qur’an telah melampaui perkembangan sains, hanya secuil contoh dari sekian banyak fakta lainnya. Dan buku ini mengungkap banyak hal tersebut. Umat islam yang menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan sekaligus basis ilmu penegrtahuan, sudah seharusnya membaca dan menyelami buku setebal 558 halaman 


Tulisan ini dimuat di harian Duta MasyarakatDesember 2015

Mengurai Manfaat Air Putih untuk Kesehatan

Judul : Dahsyatnya Air Putih
Penulis : Adi D. Tilong
Penerbit : Flashbooks
Cetakan : 1. 2015
Tebal :196 Halaman
ISBN : 978-602-255-830-9
Peresensi : Ahmad Wiyono

Air merupakan zat yang paling dibutuhkan dalam kehidupan, posisi air menjadi penentu kehidupan kedua setelah udara. Sekitar tiga perempat bagian dari tubuh manusia terdiri dari air. Dan tidak seorang pun bisa bertahan hidup lebih dari lima hari jika tidak terasupi air.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa volume air dalam tubuh manusia rata-rata 65 % dari total berat badannya, dan volume tersebut sangat bergantung pada masing-masing orang. Sumber lain merilis, bahwa setiap hari kurag lebih 2.272 liter darah dibersihkan oleh ginjal dan 2.3 liter diproduksi menjadi urine. Selebihnya diserap kembali masuk kealiran darah. (Artikellingkunganhidup.com).

Diskripsi diatas memjadi acauan bagi kita bahwa tubuh sangat membutuhkan asupan air yang cukup, ini sangat berkaitan dengan kondisi tubuh kita, sehingga kesehztan tubuh bisa terawat dengan baik. Dan air putih menjadi salah satu penentu dari kesehatan itu sendiri.

Adi D. Tilong berhasil merangkum beberapa manfaat air putih utamanya sebagai pencegah dan pengobat berbagai macam penyakit. Melalui buku berjudul Dahsyatnya Air Putih ini, penulis mengurai kedahsyatan air putih dalam kaitannya dengan pengobatan dan pencegahan penyakit.

Secara gamblang, Adi D. Tilong mengurai tentang manfaat air putih terhadap kesehatan, karena menurutnya, air merupakan benda hdup yang bisa berfungsi untuk menuruti seluruh keinginan dan perasaan manusia, termasuk dalm mengobati penyakit. Tentu pembahasan dalam buku ini berdasar pada beberapa penelitian ilmiah dari berbagai sumber yang ditemukan oleh penulisnya.

Air putih tidak hanya berfungsi sebagai penghilng rasa haus. Di sisi lain, air ternyata juga memunyai peran penting bagi kesehatan. Air bisa menjadi obat alternatif untuk beberapa penyakit, mulai dari yang ringan hingga berat. Khasiat air putih untuk manusia ini tidak bisa diragukan lagi karena sudah banyak dibuktikan oleh banyak penelitian dan pembuktian emperis. Bahkan, air putih juga dapat menjadi obat pencegah berbagai penyakit kronis yang mungkin mengancam anda. (Hal. 32-33).

Pencegah dan pengobat, yah, itulah manfaat air putih. Sepintas kita sudah bisa memahami bahwa betapa dahsyatnya peran air putih dalam kehidupan kita umat manusia. Berbagai penyakit dari ringan hingga berat bisa diatasi dan diantispasi denga air putih, tentu dengan tata cara yang benar dalam mengkonsumsinya.

Berbagai penyakit berat dan ringan yang dapat diaobati dengan air putih yang dijelaskan dalam buku ini sangat banyak, mulai dai kanker, Tuberkulosis, Hipertensi, Deabetes Mellitus, Batu Ginjal,  dan beberapa penyakit kronis lainnya.

Penyakit kanker yang kita kenal sebagai penyakit pembunuh ini ternayata bisa kita antisipasi dan kita obati dengan pola terapi air yang cukup. Termasuk juga bebagai penyakit kronis lainnya. Ini betul-betul menakjubkan, betapa air sebagai bagian dari anugerah Tuhan juga memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit.

Minum 2 liter atau 8 gelas air putih bisa menolong anda dari penyakit kanker serta mencegah timbulnya  penyakit mematikan ini. Bahkan sebagaimana ditulis  dalam live.vica.co.id yang dilanisr dari Telegraph, bahwa berdasarkan sebuah survie, orang yang meminum air putih 2.531 ini atau hampir 4.5 liter setiap hari, memiliki risiko 24 persen lebih rendah untuk terserang kanker kandung kemih dibandingkan mereka yang tidak. Ini membuktikan bahwa selain menjadi terapi bagi penyembuhan kanker, air putih juga sangat ampuh dalam menghalau keganasan sel-sel kanker, misalnya kanker kandung kemih dan kanker usus besar. (Hal. 57).

Itu hanya satu contoh penyembuhan penyakit kronis, berupa Kanker. Dan masih banyak lagi manfaat air putih bagi penyakit kronis lainnya yang terurai dalam buku setebal 196 halaman ini. Sementara untuk penyembuhan penuakit ringan, Buku ini membahas beberapa penyakit ringan yang bisa diobati dengan terapi air, seperti sembelit,  Asam lambung, Ambien, Radang tenggorongan, sakit kepala dan beberapa penyakit lainnya.

Seperti diketahui bahwa Sembelit dapat terjadi ketika feses mengeras. Selain itu, gangguan keseatan ini menjadi salah satu pertanda bahwa tubuh sedang kekuarnagn cairan. Sementara itu, konsumsi air putih yang cukup, 1.5-2 liter per hari, bisa membantu melancarkan buang air besar anda dan juga meringankan kerja ginjal. Karenanya jika anda mengalami sembelit, segera perbanyak minum air putih supaya semeblit anda bisa sembuh lebih cepat. Selain itu, konsumsi juga cairan lainnya, terutama pada pagi hari. (Hal. 106-107).

Ternyata sangat mudah sekali merawat kesehatan tubuh kita, bahkan mengobati penyakit sekali pun. Karena air putih ternyata menjadi salah satu penentu kesehatan manusia. Jika kita mampu memanfaatkan air putih dengan baik, sudah sangat mungkin kesehatan tubuh akan terjaga dengan baik, dan penyakit sulit menghinggapi kita semua.

Penting sekali membaca dan menguasai poin-poin penting dalam buku ini, kaedahsyatan air putih dalam mencegah dan mengobati penyakit sepenuhnya bisa anda dapatkan dalam buku ini. Uraian penulis yang diangkat berdasar bahasa medis dan kajian ilmiah ini menjadi satu pengetahuan yang tak terbathakan bagi kita semua. Mari jaga kesehatan dengan Air Putih.


Menata Prospek Bisnis Ala kaki Lima

Judul : Dulang Rupiah dari Bisnis Gerobak
Penulis : Deni Handoko
Penerbit : Flashbooks
Cetakan : 1. 2015
Tebal : 216 Halaman
ISBN : 978-602-255-831-6
Peresensi : Ahmad Wiyono

Ketika berbicara bisnis, pikiran kita seakan terbawa pada sesuatu yang bersifat mewah dan luar biasa, setidaknya yang tergambar dalam benak kita adalah restoran, perusahaan, perbankkan atau hotel berbintang yang penuh dengan hiruk pikuk transaksi modal dan investasi
Anggapan semacam itu tidaklah salah, karena seluruh aktifitas yang terjadi dalam ruang lingkup dan bentuk usaha tersebut merupakan kegiatan bisnis. Namun demikian, tidak selamanya bisnis itu harus terjadi dalam skala besar dengan modal yang banyak. Bisnis juga harus dimaknai sebagai kegiatan usaha mulai dari level terkecil sekalipun. 

Kata bisnis diambil dari kata bahasa Inggris yaitu busy yang dapat diartikan sebagai sibuk. Kata busy sendiri pada bahasa inggris lama yaitu bisignis yang berarti keadaan dimana seseorang sedang sibuk "state of being busy". Konsep bisnis tersebut tidak membatasi pendapat yang ada bahwa konsep bisnis berlaku untuk individu, komunitas ataupun masyarakat. Bahkan bisnis juga tak membatasi skala modal dan usaha yang dimiliki oleh seseorang.

Dalam konteks inilah, setiap mausia memiliki peluang untuk menjalankan segala bentuk bisnis, mulai dari tingkat kecil hingga bisnis kelas kakap. Salah satu bentuk usaha yang masuk katergori bisnis berskala kecil namun memiliki prospek yang cukup menjanjikan adalah usaha Pedagang Kaki Lima (PKL). Bentuk usaha yang dikenal dengan pengusaha gerobak ini merupakan usaha kelas bawah namun cukup menjanjikan dalam mendulang rupaih.

Berbagai aneka kuliner akan kita temui dalam segala bentuknya melalui pedagang gerobak tersebut, pedagang yang biasa mangkring di trotoar ini seakan tak pernah kehabisan ide untuk selalu berinovasi mencari jenis kuliner yang siap ditawarkan kepada masyarakat luas. Dan seabrek jenis makanan gerobak yang cukup menjanjikan terhadap bertambahnya isi dompet para pedagang itu terurai dalam buku berjudul Dulang Rupiah dari Bisnis Gerobak. 

Buku karya Deni Handoko ini mencatat aneka macam kuliner khas nusantara yang memiliki keunikan tersendiri dan bisa memancing selera makan penikmatnya. Ada tiga bagian utama yang diurai oleh penulis buku ini, yaitu mulai dari aneka camelan, aneka Makanan hingga aneka minuman.

Salah satu jenis camilan yang berhasil diorbit kepermukaan dan mampu medulang rupiah kepada pengusahanya adalah Singkong Keju. Wow, singkong yang dalam pengelompokan tanaman atau makanan selalu berada dilevel terendah ternyata mampu disandingkan dengan satu jenis makan berkelas wahid yaitu keju. Dan penyandingan dua jenis makanan ini akhirnya menjadi kekuatan tersendiri untuk kebangkitan kuliner khas nusantara.

Sebagai contoh Ari Prasetyo yang sukses menjalankan usaha ini. Dikatakan sukses karena pria dari bandung ini telah berhasil meraup omzet puluhan juta rupiah hanya dari usaha singkong keju. Produk singkong keju miliknya ini dinamakan singkong keju meletus. Hanya dengn modal 2 juta, kini ia telah mencapai omzet 30 juta hingga 50 juta per bulan. Sungguh sebuah angka yang sangat fantantis, bukan? (Hal. 14).

Sungguh diluar dugaan kita semua, makanan singkong yang dikenal sebagai makanan rakyat ternyata mampu memberikan keuntungan melimpah, semua itu diawali dari usaha gerobak. 

Selain camilan, bentuk usaha gerobak lainnya yang sering kita jumpai dan ternyata cukup prospek adalah usaha minuma kelapa muda, atau yang dikenal dengan Es Degan. Jenis minuman yang satu ini cukup diminati masyarakat karena selain rasanya yang nikmat, juga sangat bagus untuk kesehatan.

Bisnis minuman lain yang cukup menjanjikan untuk digeluti adalah es kelapa muda. Hampir di setiap kota di Indonesia, es kelapa muda hadir di pinggir jalan, baik menggunakan gerobak maupun tenda (warung). Es  kelapa muda sangat nikmat dan segar sehingga menghadirkan sensasi tersendiri bagi konsumen. Karena itulah es kelapa muda banyak dicari disiang hari ketika cuaca atau udara sedang panas menyegngat (Hal. 198-199).

Hampir semua orang sepkat bahwa bisnis merupakan cara paling tepat untuk bisa meraih keberhasilan, dan kita juga harus mengakui bahwa bisnis tidak harus dengan skala besar atau high class. Bisnis kecil-kecilan dengan modal pas-pasan juga merupakan bentuik usaha yang bisa menjanjinkan masa depan keungan kita. Dan salah satu bentuknya adalah bisnis gerobak atau PKL. Seabrek bentuk makanan, minuman, hingga cemilan yang terurai dalam buku ini bisa kita pilih salah satunya untuk memulai bisnis ala kaki lima. Bisnis gerobak, siapa takut?

*Jurnalis, Tinggal di Pamekasan Madura



Tulisan ini dimuat di Harian Suara Madura

Menggapai Esensi Kehidupan Hakiki

Judul : Mengaji Tajul Arus
Penulis : Ibnu Athaillah
Penerbit : Zaman
Cetakan : 1. 2015
Tebal : 528 Halaman
ISBN : 978-602-1687-36-9
Peresensi : Ahmad Wiyono

Kita tentu setuju bahwa setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan, ya, kebahagiaan di dunia termasuk kebahagiaan di alam abadi. Makna kebahagiaan dunia selama ini diukur dari seberapa banyak kebutuhan kita yang tercukupi, dalam istilah lain, harta dan kekayaan yang bisa menutupi kebutuhan kita sehari-hari selalu menjadi ukuran kebahgiaan itu sendiri. Sementara kebahagiaan ukhrawi nantinya akan terwujud dalam bentuk capaian Ridla sang Ilahi yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya.

Untuk mencapai kebagian-kebahgian tersebut, setiap orang tentu memiliki cara dan upaya tersendiri, masing-masing akan bekerja dan berbuat sesuai dengan gaya serta target yang diinginkannya. Ini yang kemudian berimplikasi pada munculnya sistem kompetisi dalam kehidupan. Dan dari kompetisi inilah yang tak jarang melahirkan tindakan di luar batas kewajaran.

Dalam konteks itulah, manusia kadang tidak terukur dalam menerjemahkan makna kebahagiaan antara duniawi dan ukhrawi, gemerlapnya dunia kadang mampu menggelapkan akal sehat manusia sehingga tidak seimbang antara ikhtiyar keduniawian dan usaha ukhrawiyah.

Buku Mengaji Tajul Arus karya Ibnu Athaillah ini mengurai sisi edukasi jiwa manusia agar tak terlelap dalam gemuruh kompetisi duniawi, secara detile buku bergengsi karya Imam kenanaan ini berbicara tentang cara meniti hidup yang hakikiyah, yaitu hidup dengan penuh kesdaran menuju Ridla Tuhan. 

Selama ini kita kadang menganggap biasa perbuatan dosa kecil yang telah kita perbuat, kita meyakini bahwa dosa kecil itu akan mudah diampuni oleh Allah SWT, sehingga perbuatan dosa kecil tersebut bisa terulang untuk yang kedua dan bahkan kesekian kalinya. Dalam posisi inilah, kita sudah terhjerat pada keyakinan yang salah. Kita kurang peka bahwa sesuatu yang kecil yang dikerjakan berkali-kali akan menjadi besar.

Melakukan dosa kecil secara terus menerus lebih berbahaya dari pada melakukan sebuah dosa besar. Imam Al-Ghazali Rahemahullah mengatakan “Dosa besar yang berakhir dan tidak berlanjut lebih berpeluang dimaafkan dari pada dosa kecil yang dikerjakan terus-terusan. (Hal. 90).

Ini yang dimaksud pentingnya mendidik jiwa, Ibnu Ahaillah mengajak kita untuk sadar bahwa jiwa itu harus kita pupuk sebaik mungkin. Sehingga tidak salah memaknai sesuatu, termasuk memaknai dosa kecil yang dianggap enteng sehingga kerap dilakukan berulang-ulang.

Buku ini secara lengkap mengungkap hakekat hidup yang sebenarnya, kita akan dilatih mewaspadai tipuan-tipuan duniawi, termasuk hal-hal yang  mengotori hati dan menghalangi bersemayamnya cahaya Ilahi. Banyak sekali penyakit hati yang bisa membahaykan terhadap konsistensi kekaffahan keislaman kita di dunia ini, mulai dari sifat iri, dengki, hasut bahkan sifat pelit.

Seakan tak menyadari bahwa seluruh rezeki yang dimiliki oleh manusia merupakan karunia Allah yang sudah sewajarnya jika sebagaian itu dibagikan pada orang lain. Maka, hanya jiwalah yang bisa mengetuk akal logika manusia bahwa memberi kepada sesama merupakan perbuatan yang muliya. Termasuk yang terpenting adalah seluruh perbuatan baik yang kita lakukan semata-mata hanya untuk meraih Ridla Allah.
Jikau kau memberi maka pemberianmu ini hanya untuk Allah, bukan agar manusia menyebutmu dermawan atau pemurah. Sama halnya, ketika kita tidak memberi maka lakukanlah itu untuk Allah, bukan karena kepentingan duniawi yang murah. Jika kau membenci, bencilah karena Allah, bukan lantaran dengki dan ketidak sukaanm (Hal. 261).

Selain itu, cara lain untuk mendidik jiwa yang tertuang dalam buku ini adalah dengan mewaspadai hawa nafsu, sebagai mana kita tahu, bahwa hawa nafsu yang dimiliki manusia tak ubahnya sepeti bara yang siap mebakar kapan saja, maka jiwa yang sejuk dan bersandar kekuatan Allah akan mampu menjadi air yang menyiram bara tersebut. Maka, sejak dini manusia harus betul betul bisa menguasai hawa nafusnya agar tidak terjarah oleh nafsunya sendiri.

Semua maksiat dan dosa berasal dari nafsu karena ia memang cendrung kepadanya. Dengan begitu, nafsu menarik pemiliknya kepada siksa dan murka Allah. Maka, ingatkanlah ia kepada siksa-Nya agar ia kembali dan mendapat petunjuk  ke jalan yang benar. Ingatkan nafsumu bahwa nikmat dunia akan berujung dalam keburukan. Madu beracun harus ditinggalkan meskipun manis dan nikmat. Begitu pun kenikmatan dunia, ia harus ditinggalkan karena bersifat sementara dan menjadi pembawa bencana bagi pemiliknya kelak pada hari kiamat (Hal. 282-283).

Jalan terjal kehidupan dunia pada esensinya merupakan bagian dari jebakan nafsu, jika kita tak mampu mengendalikan, maka kita lah yang akan dijerumsukan, nafsu juga yang akan selalu mengajak manusia agar bisa berpaling dari jalan Allah dan Rasul-Nya. Sholat dan dzikir yang Istiqamah diyakini akan mampu mengendalikan nafsu secara bertahap, maka sudah seharusnya kita konsisten dengan ritual tersbut. Dan buku ini juga membahas seputar solat, dzikir dan rahasia-rahasianya.

Sempurna dan luar biasa, ini barangkali kata yang pas untuk menggambarkan buku setebal 528 halaman ini. Karya klasik Imam Ibnu Athaillah ini betul-betul menjadi tuntunan untuk kita bisa meraih kehidupan yang  sebenarnya. Buku ini menginspiasi kita untuk mengenal di mana kini kita berada, dan ke mana kita akan kembali. Wallahu A’lam

Ahmad Wiyono; Alumni PP. Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. tinggal di Pamekasan Madura.


Tulisan ini dimuat di Harian Suara Madura


Menggapai Sukses yang Tak Biasa

Judul : Kedahsyatan Berfikir Positif, Fokus  dan Bertindak Progresif. 
Penulis : John Afifi
Penerbit : Flashbokks
Cetakan : 1. 2015
Tebal : 156 Halaman
ISBN : 978-602-255-829-3
Peresensi : Ahmad Wiyono


Selalu ada waktu yg tepat untuk segala sesuatu. Kadang kamu harus menunggunya, kadang kamu harus membuatnya datang (Blog Remaja Indonesia).

Meraih sukses sudah pasti menjadi impian setiap orang, apa pun jenis profesi yang dilakoni.  Kendati interpretasi sukses bagi setiap orang beragam, namun setidaknya indikator utamanya adalah ketika seseorang sudah mencapai ssuatu yang dinginkan, maka orang tersebut sudah masuk kriteria sukses.

Ketika sukses menjadi mimpi, maka sudah  barang tentu setiap orang yang bermimpi harus melakukan banyak hal untuk mewujudkan mimpi tersebut, karena disadari atau tidak sukses bukanlah sesuatu yang langsung diberikan begitu saja tanpa ada perjuangan sebelumnya. Mustahil seorang mausia dikatakan sukses jika sebelumnya tak ada proses yang dilaluinya.

Diantara sekian banyak ikhtiyar yang harus dilakukan manusia untuk menggapai setiap impian-impiannya, salah satunya adalah dengan membangun motivasi yang kuat pada setiap proses yang diakukan oleh manusia itu sendiri. Motivasi inilah yang nantinya akan berimplikasi pada tindakan nyata dari setiap proses tersebut. Seperti bekerja Fokus dan juga munculnya inovasi kerja.

Adalah John Afifi yang berhasil meramu tumpukan motivasi dalam hidup utamanya dalam beraktifitas sehingga bisa meraih kesuksesan yang luar biasa. Ramuan itu tersaji dalam buknya yang berjudul Kedahsyatan Berfikir Positif, Fokus  dan Bertindak Progresif. 

Setidaknya ada tiga gagasan besar yang dutuangkan dalam buku ini, ketiganya merupakan model ikhtiyarisasi yang bisa dilakukan umat manusia untuk menggapai cita-citanya, diantaranya adalah Revolusi Otak; hidup dahsyat dan Cemerlang dengan berfikir Positif. Kemudian Revolusi Mental; Hidup Dahsyat dan Cemerlang dengan Fokus, serta Revolusi Diri; Hidup Dahsyat dan Cemerlang dengan indak BerProgresif.

Berfikir Positif, Fokus dan Bertindak Progresif, tiga hal ini yang menjadi point ide dalam buku ini, yang kalau tiga point ini bisa dilakukan maka akan menghasilkan sesuatu yang tak biasa. Baiklah, mari kita mulai dari gagasan Berfikir Positif. Berfikir positif adalah cara pandang yang baik seseorang terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya termasuk pada orang lain. Sehingga seseorang yang berfikir positif selalu melihat sesuatu secara dingin dan penuh kesadaran dari segala sesuatu yang didapatinya tersebut, baik dalam kondisi senang atau sebaliknya.

Pada dasarnya, berfikir positif merupakan hukum alam yang mampu membantu anda mengubah hidup di masa kini dan masa depan. Tahukah anda bahwa cara kerja hukum berfikir positif sangat berhubungan dengan persepsi anda dalam menanggapi sebuah hal. Antara persepsi anda dan hukum berfikir positif ibarat buhul (ikatan) yang sudah terikat kuat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. (Hal. 25).

Dengan berfikir positif, kita tak akan pernah menyalahkan siapapun termasuk mencari kambing hitam. Karena kita akan menikmati hasil saat kita berhasil, dan kita akan bersabar saat kita gagal. Disinlah fungsi utama berfikir positif, sehingga waktu selalu termanfaatkan dengan baik, dikala susah atau sebaliknya.

Terkait Revolusi mental, buku ini mengulas pada aspek pentingnya sikap fokus. Fokus pada sesuatu yang sedang kita garap atau kita kerjakan. Dari sikap inilah manusia diajak untuk mampu menanamkan keyakinan bahwa dirinya akan sampai pada tujuan yang telah diinginkannya. Maka dengan Fokus orang bisa yakin, dan dengan keyakinan orang akan bisa Fokus.

Sementara itu, implmentasi dari Revolusi diri adalah dengan bertindak progresif. Kita tahu bahwa waktu terus berrjalan dengan cepatnya, kompetisi begitu kuat berderap di sekitar kita, maka hanya orang-orang yang bisa bekerja secara cepat dan progresiflah yang kelak akan mamapu menjadi yang terdepan.

Bertindak Progersif dalam buku ini setidaknya diwujudkan dalam berepa hal, seperti Mulai Mngefektifkan waktu, mulai memperbanyak relasi, mulai mengoptimalkan kretaifitas, mulai memaksimalkan penghasilan, Setia, serius, Meantaskan diri. (Hal. 127-147).

Satu hal lagi yang tak terlupakan dalam buku ini, adalah pentingnya menanam budaya memberi. Yah, memberi pada orang lain. Kita yang saat ini sedang memiliki kelebihan, sudah sewajarnya berbagi pada yang sedang membutuhkan. Konsep ini selaras dengan konsep Islam, bahwa apabila kita memberi pada orang lain, maka kita akan mendapat balasan yang lebih banyak. Teori ini tentu juga harus mulai diterapkan dalam dunia kerja kita sebagai salah satu tindakan progresif.

Untuk memaksimalkan penghasilan, anda juga harus banyak memberi, terutama kepada orang yang membutuhkan. Ingat rumus alam mengatakan; “ada musim tanam, ada musim tunai”. Jika banyak memberi maka anda juga akan banyak menerima. Penghasilan merupakan bagian dari rezeki anda. Jika mau banyak memberi maka anda pasti akan banyak menerima rezeki atau penghasilan. (Hal. 138).

Ahmad wiyono; Dosen dan Penulis Lepas Tinggal di Pamekasan Madura.



Tulisan ini dimuat di Harian duta Masyarakat edisi Juni 2015

Menata Prospek Pedagang Kaki Lima

Judul : Dulang Rupiah dari Bisnis Gerobak
Penulis : Deni Handoko
Penerbit : Flashbooks
Cetakan : 1. 2015
Tebal : 216 Halaman
ISBN : 978-602-255-831-
Peresensi  : Ahmad Wiyono*

Tahukah anda, bahwa sesuatu yang besar itu harus dimulai dari hal terkecil, demikian juga sesuatu yang tinggi juga harusdiawali dari anak tangga terbawah. Ini yang sering disebut dengan istilah proses. Menata kehidupan pasti melalui proses panjang yang berliku.

Demikian juga dalam dunia bisnis, usaha dalam bentuk apa pun jelas harus diawali dengan sesuatu yang sederhana, proses memulai usaha memang harus dari hal yang terkecil. Maka disinilah kemudian yang menguatkan pendapat bahwa bisnis tidak harus dalam bentuk yang high clas, namun juga dalam betuk kecil dan sederhana.

Usaha kecil yang sangat akrab diingatan kita adalah Pedagang Kaki Lima (PKL), pengusaha yang biasa disebut bisnisman gerobak ini merupakan bagian dari salah satu bentuk usaha kecil dan mikro yang banyak digeluti oleh masyarakat. Penjual gerobak semacam tiu akan selalu kita jumpai disetiap kota di berbagai daerah di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa bisnis gerobak merupakan bisnis kecil yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Jangan pernah berfikir bahwa keuntungn pengusaha gerobak sangatlah kecil dan tidak seberapa, anggapan semacam itu hanya akan lahir dari orang yang tak memiliki jiwa bisnis, justru keuntungan besar akan didulang dari bisnis kecil tersebut. Dengan modal yang tidak begitu besar, para pengusaha gerobak ini akan mampu  meraup omzet besar meski pun secara bertahap.

Banyak sekali bentuk usaha kecil yang disajikan dalam bentuk usaha gerobak atau kaki lima. Mulai dari makanan, camilan hingga minuman. Bahkan jenis makanan dan minuman yang disajikan tak kalah saing dengan makanna dan minuman yan disajikan di beberapa restoran besar, ada sebuah ungkapan, tempat boleh kaki kila, tapi rasa bintang lima.

Kekhasan sajian makanan dari pedagang gerobak kadang juga mampu menjadi citra khas kuliner nusantara, ini yang membuat makanan gerobak yang biasa mangkring ditrotoar masih diburu oleh masyarakat dari berbagai level dan stratfikisai sosial. Dan buku berjudul Dulang Rupiah dari Bisnis Gerobak ini menyajikan aneka kuliner nusantara yang dikemas dalam bentuk usaha gerobak. Udsaha kecil, namun mampu mendulang rupiah yang sangat besar.

Bisnis jagung bakar misalnya, usaha ini sangat sederhana, dengan modal yang sangat kecil namun memiliki prospek keuntungan yang sangat tinggi. Tidak merogoh kocek begitu dalam untuk membuka usaha yangs satu ini. Dan peminatnya jelas dari semua kalangan. Maka, bisnis jagung bakar menjadi salah satu tawaran bisnis gerobak yang layak untuk kita pertimbangkan.

Asumsi keuntungan dari bisnis ini adalah jika anda membeli satu jagung mentah seharga Rp.700-Rp.1000, anda bisa menjualnya dengan harga Rp.2000-Rp.3000. harga tersebut tergantung pada rasa jagung bakar yang dipesan konmsumen, seperti rasa pedas, manis pedas, keju, cokelat, dan lain-lain. Singkatnya bisnis ini cukup menjanjikan keuntungan besar. Modalnya kecil, tetapi untungnya besar. Oleh karena itu, bisnis ini layak diperhitungkan (Hal. 72).

Usaha gerobak lainnya yang cukup prospek adalah Bakso dan Mie Bakso. Siapa yang tak kenal dengan makan yang satu ini, hampir dari semua level masyarakat pernah menicipi makanan tersebut. Makanan yang satu ini betul-betul menjangkau semua lapisan masyarakat. Maka usaha ini cukup memberikan harapan besar untuk kebangkitan bisnis anda.

Target pasar dari uasaha bakso dan mi ayam ini adalah semua orang dari berbagai profesi dan usia, baik laki-laki maupun perempuan. Karena itulah prospek usaha ini sangat cerah. Dengan harga yang ditawarkan per porsi berkisar antara Rp.6000-Rp.8000 (untuk produk bakso), Rp.5000-Rp.7000 (mi ayam), serta Rp.8000-Rp.10.000 (mi ayam bakso). Anda berpeluang mendapatkan keuntungan sangat besar dari usaha ini (Hal. 152).

Dan, masih banyak lagi aneka bisnis gerobak yang cukup menjanjikan terhadap kita, sekarang tergantung sejauh manz kita memiliki kemauan untuk memulai usaha kecil tersebut. Jika banyak orang berpendapat bahwa cara paling tepat untuk meraih kekayaan adalah dengan cara berbisnis, maka bisnis gerobak menjadi salah satu cara awal kita untuk meraih dunia tersebut. 

Buku ini secara komplit menyajikan berbagai aneka makaann dan minuman khas  nusantara yang bisa dijadikan pilihan untuk memulai bisnis gerobak tersebut. Tak ada salahnya jika kita hendak mencoba salah satunya, karena keberanian untuk mencoba merupakan pintu nawal untuk meraih keberhasilan.

Selain menyajikan aneka menu  makanan dan minuman serta camilan, buku ini juga dilengkapi dengan model simulasi modal dan keuntungannya, sehingga kita bisa meraba dan meprediksi kebutuhan modal berikut keuntungan yang akan dicapai. Target pasar serta peluang usaha juga tak luput dari uaraian buku ini. Singkatnya, buku setebal 216 halaman ini betul-betul akan membentuk anda menjadi bisnisman sukses. 

*Pengurus Rumah Baca Haidar Pustaka Pamekasan

Selasa, 21 April 2015

Menyelami Kemuliyaan Al-Qur’an

Judul Buku : Permata al-Qur’an
Penulis : Muhammad Chirzin
Penerbit : Kalil (PT. Gramedia Pustaka Utama)
Cetakan : Januari 2015
Tebal : 320 halaman
ISBN : 978-602-03-0772-5

Peresensi: Ahmad Wiyono*


Al-Qur’an Al-Karim merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW, keberadaan kitab suci ini menjadi petunjuk bagi sekalian alam. Hampir dari semua kaedah perjalanan kehidupan umat manusia sudah termaktub dalam kitab suci ke empat yang diturunkan Allah kepada rasul-Nya.

Kitab suci Al-Qur’an diyakini bisa menjadi penyejuk hati setiap orang yang membaca termasuk juga yang mendengarkan, makanya, bagi setiap orang islam yang membaca Firman Allah tersebut dipastikan akan mendapat pahala termasuk orang yang mendengar bacaan ayat ayat tersebut.

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata; dan sesungguhnya kedua hal itu –yaitu Al-qur’an dan Iman- merupakan sumber segala kebaikan di dunia dan akhirat, ilmu tentang keduanya adalah ilmu yang paling agung dan paling utama. Bahkan pada hakekatnya tidak ada ilmu yang bermanfaat bagi pemiliknya selain ilmu tentang keduanya.

Buku Permata Al-Qur’an karya Muhammad Chirzin ini mengungkap seluk beluk keagungan Ayat-ayat suci Al-Qur’an, di dalamnya terurai berbagai keutamaan kitab suci Al-qur’an beserta faedah-faedahnya dalam kehidupan manusia. Mulai dari pedoman hidup, petunjuk yang lurus, obat, pintu keselamatan hingga pada sumber kedamaian hati.

Sebagai pembuka, Chirzin memberikan uraian tentang keberadaan Alquran yang berfungsi sebagai petunjuk bagi umat manusia, apabila umat manusia utamanya kaum muslim sepenuhnya bergantung pada pancaran petunjuk Al-Qur’an, maka dengan sangat mudahnya manusia akan mencapai jalan lurus utamanya dalam meraih Ridla Allah SWT.

Al-qur’an berisi petunjuk bagi manusia. Ajaran-ajarannya disampaikan secara variatif dan dikemas sedemikian rupa. Ada  yang berupa informasi, perintah dan larangan, dan ada juga yang memodifikasi dalam bentuk deskripsi kisah-kisah yang mengandung ibrah yang dikenal dengan istilah kisah-kisah dalam Al-Qur’an. (Hlm. 36).

Petunjuk Al-Qur;an kepada umat manusia ternyata disampaikan dengan berbagai bentuk, hal itu agar setiap manusia dengan mudah mencerna dan memahami setiap pesan-pesan suci tersebut. Namun demikian tak jarang Ayat Al-Qur’an yang langsung dengan tegas melarang manusia untuk melakukan suatu hal, satu missal dalam satu potongan ayat Allah berfirman, yang artinya “jangan kamu dekati Zina”.

Selain sebagai petunjuk, Kitab Suci Al-Qur’an  juga menjadi mukjizat, hal itu dalam rangka membuktikan keagungan Allah dengan cara memberikan I’jaz melalui para nabi dan rasul-Nya. Dan Al-Qur’an merupakan salah satu bukti keagungan-Nya.

I’Jazul Qur’an, kemukjisatan Al-Qur’an ialah kekuatan, keunggulan dan keistimewaan yang  dimiliki Al-Qur’an yang menetapkan kelemahan manusia, baik secara berpisah-pisah maupun secara berkelompok. Untuk mendatangkan sesuatu yang serupa  atau menyamainya. Yang dimaksud kemukjizatan al-Qur’an bukan berarti melemahkan manusia dengan pengertian melemahkan yang sebenarnya. Artinya memberi pengertian kepada mereka tentang kelemahan mereka untuk mendatangkan sesuatu yang sejenis dengan Al-Qur’an, menjelaskan bahwa kitab Al-Qur’an ini haq, dan rasul yang membawanya adalah rasul yang benar. (Hlm. 48).

Itulah bukti keagungan al-Qur’an, tak ada manusia yang mampu menyamainya, bahkan dahulu kita masih ingat dalam satu riwayat, tentang ulah beberapa kafir Quraisy yang hendak mengarang kalimat serupa Al-Qur’an, namun tak sampai satu ayat, mereka sudah tak mampu meniru kedahsyatan bahasa Al-qur’an.

Kedahsyatan bahasa Kitab Sauci Al-Qur;an pada akhirnya diakui oleh seluruh pujangga dan sastrawan arab kala itu, sehingga mereka tak ada yang bisa menandingi meski oleh para ahli syair sekalipun. Ini bukti bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat yang turun di tanah arab waktu itu.

Namun demikian, meski al Qur’an menggunakan bahasa arab bukan berarti al-Qur’an hanya untuk masyarakat arab semata, Al-Qur’an hadir untuk segenap alam dan umat di seluruh penjuru dunia. 
Meskipun Al-Qur’an  diturunkan dalam kalangan bangsa arab dan berbahasa arab, Al-Qur’an merupakan kitab dakwah yang ditujukan kepada segenap umat manusia. Al-Qur’an melampaui ruang dan waktu. Kandungan ayat-ayat Al-Qur’an memiliki kekuatan yang kekal dan universal. (Hlm. 57).

Hanya ada dua bagian dalam buku ini, yaitu wawasan al-Qur’an dan Senarai Permata Al-Qur’an, namun demikian, uraiannya sangat kompleks perihal keagungan Al-qur’an berikut petikan ayat-ayat suci yang bersentuhan langsung dengan kehiduan kita seharai-hari.

Jika anda termasuk salah satu pecinta dan pembaca setia Al-qur’an, akan sempurna rasanya jika mencoba memetik hikmah dari buku Permata al-Qur’an  setebal 320  halaman ini. Setidaknya untuk semakin menambah keimaan kita kepada Allah SWT dan kecintaan kepada rasul-Nya. 


 Ahmad Wiyono; Alumni PP. Annuqayah. Jurnalis tinggal di Pamekasan


Tulisan ini dimuat di Harian Suara Madura Edisi 24 Maret 2015

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons