Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Maret 2017

Doa-doa Istijabah Amalan Muslimah

udul : Wahai Muslimah, inilah Doamu
Pemulis : Sita Simpati
Penerbit : Mizania
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 178 Halaman
ISBN : 978-602-418-054-6
Sebenarnya tidak ada perbedaan khusus doa antara laki-laki dan perempuan, setiap doa bebas disampaikan oleh siapa saja, termasuk oleh semua jenis kelamin. Hanya saja dalam konteks tertentu, perempuan atau muslimah memiliki keistimewaan tersendiri dalam melantunkan doa. 

Salah satunya adalah karena muslimah memiliki satu peran yang tidak bisa dimiliki oleh seorang lakilaki, semisal hamil danmelahirkan, peran ini jelas secara kodrati hanya dimiliki oleh perempuan. Nah, dalam kontkes inilah muslimah dinilia memiliki keistimewaan, sehingga kodrat itulah yang kemudian dianggap memliki implikasi doa yang istijabah bagi seorang muslimah.

Isi buku ini sebenarnya lebih menekankan keutamaan doa yang dilantunkan oleh seorang muslimah, tentu dengan alasan sejumlah segmentasi peran dan keistimewaan muslimah itu sendiri. Di awal pembuka buku ini secara umum mengulas bagaimana tata cara berdoa yang baik dan benar sehingga bisa berdampak secara langsung terhadap diijabahanya doa tersebut. Tata cara berdoa ini digambarkan dalam bentuk uraian teoritis namun mudah dipraktikkan.

Doa yang baik adalah doa yang dipanjatkan tanpa keraguan sambil meyakini bahwa Allah Swt. Akan senantiasa bersama hamba-hambanya yang sabar. Rasulullah Saw juga menekankan pentingnya doa sebagai salah satu faktor tercapainya keinginan dan haraoan kita. Beliau bahkan meimnta kita untuk tak pernah berputus asa dalam berdoa (Hal. 8).

Selain itu, doa juga harus dlakukan berdasarkan etika dan cara yang baik, hal ini juga berkaitan dengan peluang diijabahnya doa tersebut, dalam buku ini juga diurai bagaimana etika berdoa tersebut, tentu bagi seorang muslimah yang memiliki harapan besar tentang sesuatu, maka setiap berdoa harus memperhatikan sejumlah etika seperti yang sudah diurai dalam buku terbitan Mizania ini. 

Sejumlah etika itu antara lain adalah berdoa hanya kepada Allah, yakin akan dikabulkan, berdoa dengan rendah hati dan suara lembut, tidak berlebih-lebihan dalam sikap dan permintaan, memanjatkan doa dibarengi rasa takut dan penuh harap, doa diulang sampai tiga kali, bukan mendoakan keburukan,dipanjatkan sendiri, menengadahkan bagian dalam telapak tangan, diawali dengan asmaul khusna, serta dimulai dengan hamdalah dan shalawat (hal. 24-26).

Mengingat sisi keistimewaan kaum muslimah sehingga mendapat porsi khusus dalam diterimnya doa,maka penting sekali kaum hawa tersebut untuk selalu memanjatkan doa demi kebaikan dan harapan semua orang yang dia doakan. Kompelksitas peran yang dimiliki oleh kaum perempuan menjadikannya istimewa, sehingga doanya pun tergolong sitimewa. Buku ini juga dilengkapi dengan sejumlah contoh doa dan amalan yang bisa dilantunkan oleh kaum muslimah. 

Saudariku, wanita dengan beragam peran yang harus dijlaninya tentu tak bisa lepas dari maalah, apalagi secara fitrah, wanita lebih banyak mengedapankan hati atau perasaan  untuk menilai sesuatu. Karena itu, kita harus menyiasati agar kita dapat menutupi kelemahan itu sehingga menjadi lebih tegar tatkala kita dirundung masalah (Hal. 45) 



Dimuat di Harian Samarinda Pos

Reportase Khazanah Kebudayaan Islam Dunia

Judul : 1001 Masjid di 5 Benua
Penulis :  Taufik Uieks
Penerbit : Mizan
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 254 Halaman
ISBN : 978-979-433-973-8
Semua orang tentu sepakat, bahwa Masjid adalah tempat beribadah bagi umat islam, di tempat inilah manusia melakukan komunikasi ritual dengan Tuhan, makanya masjid sering disebut sebagai rumah Allah. 

Lebih dari pada itu, masjid ternyata juga menjadi pusat khazanah kebudayan islam, setumpuk rekaman peradaban islam masa lalu tak jarang kita temui dalam sebuah masjid, di sana pula sejarah perjuangan sebuah bangsa kadang terekam dengan utuh, mulai dari arsitek bangunannya, monumen-monumen yang ada di dalamnya, termasuk benda-beda sejarah yang tersimpan utuh, semua menyimpan pesan sejarah yang tidak mungkin terlupakan oleh pergulatan zaman.

1001 Masjid dari berbagai belahan dunia yang pernah disinggahi penulis buku ini mencerminkan khazanah dan kekayaan kebudayaan islam dunia, ada jutaan rekaman peristiwa yang pernah terjadi di daerah tersebut, yang kemudian tersaji dalam kekokohan rumah Allah yang begitu beraneka bentuk, termasuk ornament yang sangat unik itu. 

Masjid-masjid dunia yang diceritakan dalam catatan perjalanan penulis di buku ini tak hanya menggambarkan tentang keindahan pesona masjid, namun juga mengandung nilai history yang  begitu dalam, begitu juga makna solidaritas dan persaudaraan yang penulis temukan dari setiap orang yang pernah dtemui di majid tersebut, dengan latar belakang etnis, suku bahkan Negara yang berbeda.

Salah satu kisah unik yang penulis temukan dalam perjalannya mengitari sejumlah masjid dunia dalah ketika berkunjung ke masjid Kapitan keling, masjid ini terletak di salah satu pulau di Malaysia. Penulis menemukan ada Al-Qur’an yang telah diterjemah hingga 10 bahasa, ini tentu menarik, mengingat  Al-Quran yang dterjemah hingga 10 bahasa. Sebuah kekayaan budaya yang terpancar dari rumah Allah.

Ketika kembali ke halaman, saya mendekati menara masjid, lalu berusaha melihatnya dari sudut lain dengan latar belakang bangunan-bangunan tua yang ada di seberang masjid. Ketika berada di deipan pintu kaca pusat informasi yang ada di bawah menara, sempat diperlihatkan  bahwa kedua sisi pntunya dihiasi dengan suat Al-‘Ashr ayat 1-3, yang selain dalam bahasa arab juga diterjemahkan dalam Sembilan bahasa; yaitu Inggris, Prancis, Spanyol, Italia, Jerman, Belanda, Cina, Jepang, dan Korea (Hal. 86).

Keunikan lain yang ditemukan penulis dalam catatan perjalanannya mengelilingi masjid dunia adalah saat berkunjung ke Zentralmoschee, salah satu masjid di Jerman, masjid yang satu ini  memiliki kekhasan dalam model bangunan, baik dari penataan bangunan masjid, hingga hal-hal kecil seperti tempat wudhu.
Yang paling menarik perhatian penulis, adalah tempat wudhuh yang persis mirip toilet, sehingga hal itu menjadi pusat perhatian bagi setiap orang yang berkunjung ke masjid tersebut. Tempat wudhu tiu menjadi daya tarik khsus utamanya bagi orang yang baru pertama kali mengujunginya.

Yang membuat saya sedikit terkejut adalah bentuk tempat wudhunya. Tidak seperti kebanyakan masjid lainnya, tempat wudhu di masjid ini berbetuk toilet (toilet wanita) yang dimodifikasi (Hal. 132).

Lain halnya dengan Masjid di Wasinton DC, masjid di tmpat itu juga hadir sebagai pusat edukasi budaya, bahkan uniknya, masjid itu memajang bendera terbanyak di dunia.

Pendeknya, di The Islamic Centre of Wasington DC, selain beribadah, kita juga belajar dan mengenal berbagai perspektif budaya negeri-negeri islam dari segala pelosok dunuia. Namun, yang paling mengesankan dari masjid tersebut adalah deretan bendera yang menghiasi halamnnya yang luas (Hal. 220)


Dimuat di Harian tribun jateng, 26 Pebruari 2017

Sepenggal Kisah Perempuan Penyintas Kanker

Judul : Think Pink
Penulis : Arie Primadewi
Penerbit : qanita
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 101 Halaman
ISBN : 978-602-402-048-4
Kalau bisa memilih,  tentu tak ada manusia yang mau mengidap penyakit kanker, salah satu penyakit berbahaya yang konon bisa merenggut nyawa manusia. Namun siapa yang bisa melawan takdir, tak sedikit manusia yang kadang tiba-tba divonis mengidap penyakit mengerikan tersebut.

Itu barangkali yang dirasakan oleh seorang Arie Primadewi Sukamto, peremuan tegar penyintas kanker payudara dalam kisah Think Pink-nya ini. sebuah kenyataan hidup yang tidak boleh tidak harus menghinggapi lembaran sejarah kehidupannya. Tapi baginya, itu bukan akhir dari segalanya, di tengah himpitan penyakit yang menderanya, dia masih bisa tegar, bahkan terus optimis menatap jauh hari esok.

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa sakit adalah sesutau yang tidak menyenangkan, suasana menjadi tidak asyik, bahkan cenderung kelam, itu juga dia rasakan. Apalagi bagi seorang ibu, jika ibu sakit, maka seluruh isi rumah akan menjadi buram, anak dan suami tentu seperti kehilangan kemudi. Dan inilah curahan  hati seorang penyintas kanker Payudara tentang Susana kelam masa sakit.

Saat sakit, aku juga merasakan rumah serasa tak ada aura segarnya. Rumah bagaikan kehilangan geliatnya karena anak dan suami sedih –walau mereka berusaha tak memperlihatkannya (Hal. 15).

Vonis kanker yang didapatkannya tentu menggoncangkan perasaan dan jiwanya, namun hal itu belum menjadi “kiamat” bagi dirinya. Ada harapan untuk memperbaiki semuanya. Itu dia buktikan, sehingga dia tetap mampu tegar dan berusaha mencari jalan keluar. Membangun motivasi diri adalah salah satu kunci keberhasilannya menjalani masa-masa kelam tersebut. Dia yakinkan bahwa pasti ada jalan dan hikmah besar di balik semua itu. Karena rencana Tuhan selalu istimewa.

Jadi, kanker bukan hal yang harus ku sesali, melainkan harus ku syukuri sebagai titik awal hidup penuh kualitas yang tak lagi begantung pada obat-obatan, jauh dari sakit-sakit ringan maupun  berat.

Nah, bagi teman-teman yang merasa dunia runtuh karena tervonis kanker, ubah, yuuk, mindset-nya. Jadikan ini titik awal untuk idup penuh kualitas, berjuang untuk diri sendiri sebagai tanggung jawab dan rasa cinta pada keluarga, anak dan suami (Hal. 54).

Ini bukan ungkapan biasa, ada kekuatan hati yang mendorong setiap desah dafas dan ucapannya. Sepenggal kisahnya dalam menjalani hdup sebagai penderita kanker begitu anggun terurai dalam buku terbitan  qanita ini. Dan hal teroenting adalah inspirasi dari perjuangnnya dalam menjalani masa kelam tersebut.

Vonis kanker yang dia terima pada tahun 2013 silam, ternyata tidak menjadikan surut semangat juangnya, ibu 3 anak hebat ini justeru terus berupaya setegar mungkin untuk mencari solsui terbaik tanpa harus berputus asa dan menyerah terhadap nasib. Dan itulah yang menjadikan dirinya sebagai perempuan hebat penyintas kanker payudara. Sungguh inspiratif.



Dimuat di Harian Bhirawa


Sukses Tak Harus Menunggu Tua

Judul : Sukses Di usia Muda Harga Mati
Penulis          : Ahmad Zainudin M. Nafis
Penerbit : Mizania
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 171 Halaman
ISBN : 978-602-418-082-9

Banyak orang beranggapan bahwa hidup sukses tidak harus menunggu usia tua, jika sukses bisa diraih di usia muda mengapa harus menunggu tua. Bahkan ada yang bilang bahwa sukses di usia tua adalah hal yang biasa, sementara sukses di suia muda merupakan sesuatu yang luar biasa.

Kesuksesan dimaksud tentu dalam berbagai aspek dan deminsi kehidupan, setidaknya bisa disederhanakan dalam definisi sukses yang paling dasar, yaitu tercapainya sesuatu yang menjadi impian dalam idup seseorang. Maka, jika hal itu bisa digapai di usia yang sangat belia mengapa harus ditunda-tunda.

Buku ini hendak menyampaikan informasi tentang metode meraih sukses di usia muda, ada beberaa konsep yang diulas dan bisa dijadikan referensi untuk menjalani proses mendaki kesuksesan tersebut. Dalam buku berjudul Sukses di usia Muda Harga Mati ini dijabarkan sejumlah langkah teknis yang mudah dilakukan untuk menggapai sukses tersebut.

Salah saunya adalah menimba pemgalaman pada orang-orang sukse sebelumnya, seperti kita tahu bahwa untuk mengetahui sesuatu setidaknya kita bisa belajar pada orang yang telah mengetahuinya, begitu juga untuk bisa sukses, maka kita perlu belajar pada orang yang telah sukses.  Karena dari belajar itulah kita akan mencoba hal sama bahkan lebih dari yang telah dilakukan orang-orang sebelumnya.

Jika ingin melakukan pendakian ke sebuah puncak gunung, kita mesti belajar dari orang-orang yang telah sampai ke sana. Ini jika kita ingin mengurangi resiko yang mungkin terjadi dan dapat dengan mudah menggapai puncaknya. Bahkan, dengan belajar kepada mereka, kita bisa lebih cepat sampai ke puncak gunung tersebut melebihi mereka (Hal. 22).

Setelah belajar pada orang-orang yang sudah sukses, langkah berikutnya adalah menyiapkan segala sesuatu yang bersifat teknis secara sistematis. Ini berkaitan dengan sejumlah langkah yang akan ditempuh. Dengan menyusun langkah-lamgkah tesebut, maka kita mudah menjalani sekaligus mengevaluasinya.

Yang tak kalah pentingnya adalah organisir waktu, kaena waktu akan terus berjalan tanpa henti, jika manusia ingin sukses maka harus mampu mengorganisir waktu dengan baik. Buku ini secara khusus mengulas pentingnya mngorganisir waktu. Jiika seseorang ingin berhasil mencapai puncak, maka waktu harus selalu diperhatikan, dan jangan sampai ada waktu terbuang secara percuma.

Salah satu bentuk kedewasaan seseorang adalah mampu mengatur dan mengoptimalkan waktu yang telah diberikan Allah Taala untuk melakukan hal-hal yang bernanfaat (Hal. 112).

Selain itu, hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah upaya menghindari putus asa, dalam setiap proses, putus harapan pasti akan menimpa seiap orang, apalagi bagi orang yang pernah mengalami gagal, namun demikian, jangan sampai kegegalan berakibat pada hilangnya harapan untuk bangkit. Maka, kunci berikutnya untuk bisa sukses adalah menghindari keputus asaan.

Sungguh tidak ada suatu impian yang terus menerus  diperjuangkan, melainkan pasti akan tergapai dan membuahkan hasil pada ahirnya. Insya Allah (Hal. 151).

Sukses tentu adalah dambaan setiap orang, meski tidak semua orang mau perpenjuangkannya. Maka, jika anda hendak meraih sukses di usia muda, uraian dalam buku terbitan Mizania ini bisa dijadikan rujukan untuk memperkuat semangat meraih sukses sebelum usia tua. Selamat membaca



Dimuat di Harian Nasional

Banyak Jalan Menuju Sukses

Judul : Bisnis Berkah dan Sukses Bermodal Katalog
Penulis : Tri Astuti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 163 Halaman
ISBN : 978-602-03-3439-4
Jika kita menyaksikan ada seseorang yang sukses dalam berbisnis, tentu kita berfikir bagaimana cara dan prosesnya sehingga dia bisa sesukses itu?. Padahal sukses yang mereka raih hari ini adalah buah perjuangan yang “berdarah-darah” yang mereka lakukan di masa lalu. Karena sukses bukanlah sesuatu yang gratis, melainkan harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

Seperti kisah Tri Astuti dalam buku berjudul Bisnis berkah dan Sukses Bermodal Katalog ini, perempuan tangguh yang mengawali bisnisnya dengan setupuk kegagalan, puluhan ragam jenis bisnis yang dia geluti sejak muda, ternyata tak satupun yang bisa menjadikannya sebagai orang sukses. Justeru sebaliknya, gagal dan gagal.

Namun dekian, ketegaran dan kegigihannya untuk selalu bangkit dari keterpurukan, pada akhirnya mengantarkannya menjadi seorang bisnisman sukses kala itu. Berbagai inovasi dia lakukan demi menata kembali peluang bisnis yang telah dia jalankan sebelumnya, salah satnya adalah dengan membuat produk pakaian sendiri. Baginya, segala kegagalan dan kendala-kendala yang pernah dialami dijadikan cambuk untuk menggapai keberhasilan di masa yang akan datang.

Berangkat dari kendala-kendala tersebut, saya mulai berfikir lagi, “Kenapa nggak saya bikin produk pakaian sendiri?, setidaknya kalau produk sendiri  saya bisa meminimalkan kendala-kendala yang biasanya terjadi ketika menjual produk orang lain (Hal. 38).

Secara bertahap, bisnisnya mulai tertata dengan baik, berbagai metode dia lakukan untuk mengembangkan bisnis yang dikelolanya itu. Satu hal yang bisa disarikan dari perjalanannya, bahwa jatuh bangun dalam berbisnis adalah seseatu yang pasti dan biasa.

Buku terbitan Gramedia Pustaka Utama ini juga mengurai beberapa pemicu Kegagalan dalam menjalani bisnis dan harus dihindari, diantaranya adalah membuat keputusan saat sedang emosi, belum memliki ilmu pemetaan untung rugi bisnis, dikejar-kejar tagihan Bank dikarenakan terlalu banyak menggunakan modal bisnis dari perbankan. 



Dimuat di Harian Samarinda Pos


Rekam Jejak dan Nalar Politik Anies Baswedan

Judul : Anies; Tentang Anak Muda, Impian d
                            an Indonesia
Penulis :  Syafiq Basri
Penerbit : Noura Book
Cetakan : 1. Desembert 2016
Tebal : 200 Halaman
ISBN : 978-602-385-032-7
Indonesia butuh jembatan yang menyatukan bangsa ini, dan Jembatan itu adalah Anies Baswedan (Pandji Pragiwaksono)

Nama Anies Baswedan awalnya tidak begitu popular di negeri ini, aktifitas yang digelutinya belum membuat namanya dikenal oleh bangsa Indonesia, kendati dirinya sempat menjadi orang nomor satu di universitas Paramadina, bahkan juga menjadi pelopor program Idnonesia Mengajar. 

Anies Baswedan mulai jadi perhatian publik saat menjadi salah satu tim pemengan Jokowi Jk 2014 lalu,  sosoknya begitu luar biasa saat menyajikan gagasan program kebangsaan yang ditawarkan untuk negeri ini.  Brilliant, cernat dan cerdas, begitula publik menilai uraian ide yang dia sampaikan dalam berbagai kesempatan. Popularitasnya mencapai puncak saat dirinya resmi menjadi Menteri di republik ini.

Lantas, seperti apa sebenranya profil Anes Baswedan yang saat ini dikenal banyak orang sebagai sosok yang kritis, cerdas dan berwibawa tersebut?, bagaimana pula proses kreatif dan pendidikan seorang Anies masa lalu?, buku ini mncoba mengurai sisi mendalam seorang Anies mulai masa kecil, remaja, hinga menjadi politisi handal saat ini. Buku ini juga mengurai sejarah perjuangan dan nalar kritis Anies semasa menjadi maasiswa.

Kisah tentang sikap kritis Anies saat remaja setidaknya bisa dibaca melalui konsistensinya melawang Pungli (pungutan liar) saat dirinya mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM) kala itu. Dia berani melawan petugas demi mempertahankan kebenaran tentang prosedur pembuatan SIM tersebut. Dirinya sudah melakukan prosedur yang benar, namun oknom petugas masih meminta tambahan biaya dengan alasan ini dan itu, nah, disinilah nalar kritis Anies  bermain, debat pun tak bisa dihindari antara keduanya.

Bagaimana mungkin anak muda berani menentang petugas pembuat SIM? Anies memenangi duel argumentasi itu, dan mendapatkan SIM pertmanya. Namun, lebih dari itu, Anies muda yang berani melantangkan kebenaran adalah sebuah pelajaan yang harus dicontoh (Hal. 34).

Selain kritis, Anies muda juga terkenal jenius, di kampus tempat dia belajar, Anies adalah sosok mahasiswa cerdas yang dikagumi oleh teman-temannya, tak heran dia berhasil menjabat sebagai orang nomor stau ditingkatan mahqsiwa dalam roda organisasi kemahsiswaan. Dan saat itulah Anies muda berhasil menorehkan sejarah baru dalam dinamika kemahasiswaan Indonesia, dengan melahirkan satu lembaga Badan Eksekutif Senat Mahasiwa yang hingga kini diberlakukan disleuruh kampus ditanah air, meski telah mengalami peruahan nama.

Anies adalah ketua Badan Pekerja Kongres Mahasiswa UGM dan di sana dia mengarsiteki sebuah lembaga bernama Badan Eksekutif-Senat mahasiswa (BE-SM) yang merupakan cikal bakal “student government” yang dikenal dan dipraktikkan mahasiswa di seantero universitas di Indonesia saat ini. Setelah dijalankan selama setahun, BEM-SEM ini diteruskan evolusinya menjadi BEM. Terbentuklah BEM pertama di Indonesia pada 1993 (Hal. 54-55).

Sekilas bisa kita pahami, bahwa nalar kritis dan kecerdasan seorang Anies sudah tumbuh subur sejak usia muda, meski demikian, hal itu dia capai bukan dengan jalan mudah, melainkan dengan perjuangan yang “berdarah-darah” dan penuh pengorbanan. Semangat baja untuk belajar dan berjuanglah yang telah mengantarkan Anies muda menjadi sosok yang luar biasa kala itu.

Buku ini menyajikan sejarah penting perjalanan seorang Anies, dari bukan siapa-siapa, hingga menjadi orang penting di negeri ini. Kegigihannya dalam berjuang merupakan potret dan pesan utama dalam buku terbutan Noura Book ini. Bahwa manusia tidak akan menjadi siapa-siapa jika tanpa perjuangan yang sesungguhnya.

Pandangan tentang Indonesia masa depan juga diurai dalam buku ini melalaui buah pikiran Anies Baswedan, ada banyak harapan yang diselipkan seorang anies tentang bangsa dan negeri ini di masa-masa yang akan datang. Sosok akademisi sekaligus politisi yang saat ini menjadi kontestan di Pilgub DKI ini terus bersuara  lantang tentang nasib Indonesia ke depan, semua itu bisa kita baca dalam buku setebal 200 halaman ini. Sungguh inspiratif



Dimuat di Harian Duta Masyarakat

Kisah Para Penjaga Amanah

Judul : Para Pemimpin yang Menjaga Amanah
Penulis : Ahmad Rofi’ Usman
Penerbit : Bunyan
Cetakan :   1. September. 2016
Tebal : 180 Halaman
ISBN : 978-602-291-255-2
Salah satu tantangan tertebrat seorang pemimpin adalah menjalankan amanah yang telah dibebankan kepadanya, banyak sekali godaan dan cobaan yang sewaktu-waktu bisa membuat seorang pemimpin tergelincir dari menjalankan amanah kepemimpinannya tersebut.

Konsistensi menjaga amanah tentu menjadi taruhan keberhasilan kepemimpinan seseorang, karena hal itu akan berdampak secara langsung terhadap kesejahteraan orang-orang yang dipimpinnya. 

Perjalanan sosok para  pemimpin yang konsisten menjaga amanahnya,  bisa kita temukan dalam buku ini, di dalamnya menghimpun sejumlah kisah para khalifah yang begitu hati-hati dalam menjalankan amanah kepemimpinnya. Kisah-kisah para khalifah tersebut tersaji dalam bentuk certita memukau yang begitu mudah dicerna dan diteladani oleh kita semua.

Ada banyak kisah perjalanan para khalifah yang ditulis dalam buku terbitan Bunyan ini, semuanya merupakan tokoh-tokoh pemimpin islam masa lalu yang memiliki kometmen kuat dalam menjalankan amanah, sehingga  mereka sangat disegani oleh para rakyat yang dipimpinnya. Mereka antara lain adalah Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Abdul malik bin Marwan, Al-Wahid bin Abdul Malik, Umar Bin Abdul Aziz, Harun Al-Rasyid, Shalahuddin Al-Ayyubi dan beberapa tokoh lainnya.

Wujud nyata kepemimpinan amanah yang telah dilakukan oleh para khalifah itu bisa dilihat dari sejumlah kegiatan dan pengayomannya terhadap rakyatnya. Tak jarang para khalifah itu turun sendiri menemui rakyatnya demi memberikan pelayan dan bantuan kepada mereka. Dalam buku ini juga diulas sejumlah persitiwa-peristiwa menarik perjalanan para khalifah tersebut ketika mendatangi masyarakat  atau rakyatnya.

Buku ini mengurai makna amanah dalam tiga hal, diantaranya adalah amanah kepada Tuhan, kedua amanah kepada manusia, dan yang ketiga adalah amanah kepada dirinya sendiri. Tiga hal ini jika bisa dimiliki oleh seorang pemimpin, maka sudah bisa dipastikan seluruh rakyat yang dipimpinnya akan mengalami kesejahteraan dan kemakmuran. Seluruh kisah para khalifah yang konsisten menjalankan amanah yang diurai dalam buku ini patut untuk diteladani, terutama dalam kondisi krisi kepemimpinan saat ini. 



Dimuat di Harian Analisa

Menghindari Dosa-dosa Pernikahan


Judul : Dosa-dosa Dalam Pernikahan
Penulis : Irhayati Harun
Peerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 143 Halaman
ISBN : 978-602-03-2496-8
Tujuan akhir dari setiap pernikahan tentu dalam rangka membentuk keluarga yang harmonis, tenteram dan bahagia, teori ini dalam al-Qur’an disebut sebagai konsep keluarga Sakinah Mawadah wa Rahmah. Sehingga, pernikahan bisa membawa kedamaian bagi kedua pasangan tersebut, termasuk kepada seluruh keluarga mereka.

Seiring berjalannya waktu, tak sedikit dijumpai pernikahan yang tidak berumur panjang, ada saja penyebab yang menjadikan alasan pernikahan kadang harus berantakan di tengah jalan. Ini tentu tidak diharapkan oleh semua orang, namun demikian, kejadian semacam itu kerap melanda sebuah mahligai rumah tangga. Oleh karena itu, setiap menjelang, dan saat menjalani pernikahan pasangan suami isteri harus betul-betul memiliki perencanaan hidup berkeluarga yang baik, yang sesuai dengan ajaran agama dan norma sosial.

Ada beberapa kesalahan dalam pernikahan yang tanpa disadari terjadi dan dilakukan oleh pasangan suami isteri, ini kelak yang akan menggerogoti harmonisasi hubungan keluarga tersebut. Semua itu bisa kita temukan dalam buku berjudul Dosa-dosa Dalam pernikahan karangan Irhayati Harun ini. Buku ini mengulas sejumlah dosa pernikahan yang harus dihindari demi terwujudnya hubungan suai isteri Sakinah, Mawadah wa Rahmah.

Beberapa dosa pernikahan yang diulas dalam buku terbitan Gramedia Pustaka Utama ini antara lain adalah kesalahan dalam mengelola keuangan, memeliharan dendam, tidak memuji pasangan, berusaha mengubah pasangan, lebih melihat kekurangan pasangan, menganggap mertua musuh, dan beberapa dosa lainnya. Semua itu tentu harus dihindari agar hubungan keluarga terus haromnis.

Salah satu hal yang menjadi problem mendasar dalam sebuah rumah tangga, utamanya bagi yang baru menikah adalah persoalan keuangan atau finansial. Kita tahu bahwa keuangan merupakan tonggak dalam laju perjalanan sebuah rumah tangga, apabila salah dalam mengaturnya, maka fatal akibatnya. Untuk itu perlu ada kesepakatan bersama bagaiamana mengelola keuangan yang baik dan sama-sama menenteramkan kedua belah pihak.

Penting sekali membuat perencanaan keuangan yang matang bersama pasangan. Sebab dengan menikah berarti kita tak lagi hidup sendiri. Salah satu caranya, copromikanlah apa yang diharapkan oleh masing-masing pihak terhadap pasangan menyangkut pengaturan pengeluaran setiap bulan. Apa saja yang harus dibelli dan perlukah menghemat untuk kebutuhan tersebut? Apalagi jika sudah memiliki anak, otomatis pengeluaran rumah tangga bertambah (Hal. 15).

Selain terbuka dalam hal materi atau keungan, pasangan suami isteri juga hraus mampu membuka diri dalam segala aspek kehidupan, masing-masing harus berana dikritik secara konstruktif. Hal tersebut penting karena disadari ata tidak setiap manusia pasti memiliki kekurangan.  Buku ini megulas bahwa pasangan suami isteri yang tidak berkenan dikritik berarti sudah terjebak dalam salah satu dosa pernikahan. Padahal kritik membangun justeru berdampak terhadap kebaikan kualitas pernikahan itu sendiri.

Kritik positif mampu membawa hubungan pernikahan kearah yang lebih baik. Misalnya, kita kurang disiplin dan tidak tepat waktu, atau cenderung kurang rapi, maka kritikan dari pasangan kita tentu akan membuat kita menjadi pasangan yang lebih baik lagi (Hal. 58)

Segala problem rumah tanga dan cara mencari jalan keluarnya juga diurai secara detil dalam buku ini, bahkan juga diengkapi sejumlah tips cerdas dala menangani probem pernikahan tersebut. Buku setebal 143 halaman ini layak dijadikan rujukan untuk menghindari sejumlah dosa dalam pernikahan, sehingga akhirnya mapu merajut keluarga samawa dan dirihai oleh Allah Swt.



Dimuat di harian Samarinda Pos

Mendalami Metode Dakwah Simpatik

Judul : Samrt Dakwah
Penulis : Udji aisyiyah
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 91 Halaman
ISBN : 978-602-03-3682-4
Menjadi juru dakwah (Dai) ternyata bukan pekerjaan yang mudah, butuh keahlian khusus dalam menekuni “profesi” tersebut, setidaknya, seorang Dai harus betul-betul menguasai dasar keilmuan khususnya ilmu agama sebagai pilar utama isi dakwah.

Metode berdakwah pun harus selalu megalami inovasi, hal ini berkaitan dengan tuntutan kemajuan zaman serta kecanggihan teknologi informasi yang kian menggurita dewasa ini, maka bisa dipastikan, bahwa seorang Dai harus mempu beradaptasi dengan kemajuan zaman tersebut, sehingga metode dan materi dakwahnya pun bisa menyeimbangi pergulataan masa itu sendiri.

Metode berdakwah yang simpatik, serta sesuai dengan kondisi zaman kekinian bisa kita temukan dalam buku berjudul Dakwah Simpatik karangan Udji Asiyah ini, buku seri dakwah ini merangkum sejumlah metode dan strategi dakwah yang inovatif yang perlu dicoba oleh para Dai, sehingga bisa dengan mudah memikat hati para audiens.

Inovasi dakwah yang dimaskud salah satunya adalah proses penyesuaisan dengan dinamika kehidupan manusia saat ini, seperti kecanggihan teknologi, maka seorang Dai dituntut peka dan tidak kaku dalam menggunakan atau memanfaatkan kecanggihan tersebut, sehingga dakwah tidak hanya selalu di atas fodium, namun juga melalui pelbagai sarana yang bisa digunakan di era yang serba canggih saat ini.

Era global ini, Dai dituntut untuk lebih kreatif dalam dakwahnya termasuk dalam menggunakan aneka media, beberapa Dai, kiyai, motivator memanfaatkan media sosial internit sebagai sarana dakwah untuk menjaga nilai-nilai moral dan agama. Contohnya adalah K.H. Musthafa Bisri (Gus Mus) yang aktif juga memanfaatkan media ini (Hal. 29).

Inilah salah satu strategi berdakwah yang diulas dalam buku terbitan Gramedia Pustaka Utama ini,  pesan yang hendak disampaikan dalam streagi ini adalah pentingnya melakukan sejumlah cara berdakwah yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas, seperti melalui kecanggihan intenit tesebut. Gus Mus adalah salah satu orang yang dicontohkan sebagai seorang dai yang aktif berdakwah melalui media sosial. Inilah bentuk inovasi dakwah.

Sementara itu, untuk mempermudah memikat hati orang-orang yang menjadi sasaran dakwah atau audiens, maka seorang dai harus lihai dalam memgolah kata, bahasa termasuk kondisi sosio kultural audiens yang dihadapi saat itu, membaca peta dan kondisi sosial masyarakt itu tentu tidak hanya dilakukan dalam kegiatan dakwah tebuka, namun dilakuakn dalam berbagai bentuk dahwah. Ini yang akan menarik simpati audiens.

Seorang dai dituntut untuk mengerti kondisi khalayak pendengarnya atau yang didakwahi. Tidak seyogjanya seorang Dai mengabaikan faktor kategori penerima dakwah, misalnya pebedaan umur dengan alasan mengajarkan persamaan. Ia tidak boleh menyampaikan gaya pembicaraan terhadap dua kelompok penerima dakwah yang berbeda (Hal. 76).

Target dari setiap kegiatan dakwah adalah diterimanya materi dakwah dan dipraktikkan dalam keidupan mereka, jika ini bisa dicapai, berarti seorang Dai telah sukses dalam menyampaikan dakwahnya. Buku ini layak untuk dijadikan referensi bagi setiap Dai agar selalu suksea dalam menyampaikan dakwah dan menyeru ke jalan yang lurus. 




Dimuat di harian Duta Masyarakat

Kamis, 02 Maret 2017

Seni Mengelola Kesulitan

Judul : Ada Pelangi di Balik hujan
Penulis : Satria Nova
Penerbit : Mizania
Cetakan : 1. 2016
Tebal : 206 Halaman
ISBN : 978-602-418-079-9
Hidup manusia pasti akan selalu mengalami dinamika, pasang surut kehidupan manusia bakal menjadi warna dari setiap pergerakan hidup manusia itu sendiri. Hidup Manusia akan seperti roda, yang berputar tanpa henti.  Ada waktunya di atas, namun suatu waktu pasti akan ada di bawah.

Romantika hidup yang selalu dinamis ini perlu penyikapan seius dari setiap orang, sehingga apa pun kondisi yang dihadapi bisa dijalani dengan baik. Manis atau pun pahit selalu dihadapi dengan penuh kesadaran. Banyak orang siap menerima kenyataan manis, namun kadang tak mampu menghadapi kenyataan pahit. Nah, ini problem yang harus dicarikan jalan keluarnya.

Memang, seandainya bisa memilih, tentu tidak ada manusia yang berkeinginan untuk memasuki zona pahit tersebut, tapi sekali lagi itulah roda keidupan, manis dan pahit adalah rumus yang harus tetap dirasakan. Seni untuk menghadapi masa pahit itu bisa kita dapatkan di buku berjudul Ada Pelangi di Balik Hujan ini. Buku karangan Satria Nova ini setidaknya menyampaikan pesan optimisme bagi setiap orang tentang arti kemudahan di balik setiap kesulitan.

Pada dasarnya, kesulitan yang menimpa mansuia muncul akibat tidak adanya kesadaran dan kesabaran dari manusia itu sendiri, sehingga kesulitan itu akan berbuah pahit dan kesengsaraan. Padahal, masa sulit bisa saja menjadi moment untuk mengevaluasi dan bermuhasabah tentang apa yang telah dilakukan selama ini. Keyakinan yang harsu dibangun adalah, bahwa, ada banyak kenikmatan sesungguhnya di balik kepahitan yang menimpa kita, dan itu bida dirasakan hanya baagi manusia yang pandai bersyukur.

Apa yang telah kita dapat sesunggunya telah melebihi bayangan kita. Sering tidak kita sadari betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan, namun kita abaikan. Kita tak pernah meminta udara untuk bernafas, namun Allah menyediakannya. Sering kita abaikan nikmat berupa iman, islam, kesehatan, kesempatan, penglihatan, pendengaran, dan berbagai nikmat lainnya (Hal. 73).

Seni mengelola masa sulit sebenarnya terpusat pada kesabaran dan berbaik sangka, dua hal ini sangat menentukan kulitas kehidupan manusia saat ini. Seberat apa pun beban hidup yang dipikul, apabila dihadapi dengan kesabaran dan prasangka yang baik, maka semua iti akan terasa nikmat, karena selalu ada yang indah di balik setiap peristiwa pahit, yang selama ini jarang kita perhitungkan.

Buku ini mengajak kita semua untuk selalu optimis dengan realitas hidup yang kita hadapi, masalah yang datang pasti aka ada jalan keluarnya, maka jangan jadikan masalah itu sebagai akhir dari segalanya, justeru jadikan masalah tersebut sebgai pintu untuk membuka lembaran kehidupan yang lebih baik. Berbaik sangka adalah kunci keberhasilan tersebut.

Saya rasa ini juga yang sering terjadi dalam kejidupan kita. Saat kita mengalami kesulitan, masalah, dan berbagai hal buruk lainnya, alangkah baiknya jika kta bisa berbaik sangka, berfikir positif bahwa itu semua ada maksudnya. Meski melelahkan, menyakitkan, kita harus percaya bahwa Allah sedang mengajarkan banyak hal. Allah sedang menuntun kita kepada sesuatu yang baik untuk kita (Hal. 84).

Ada baiknya jika kita sebagai manusia selalu melakukan introspeksi terhadap apa yang telah dilakukan selama ini. Buku ini juga mengajak kita semua agar selalu sadar akan hakikat dan makna kehidupan yang telah Allah berikan kepada kita semua. Uraian-uarain dalam buku terbitan Mizania ini sekaligus menjadi terapi spiritual  kepada kita semua tentang pentingnya menjaga hati sehingga bisa berimplikasi pada kesabaran, berbaik sangka serta selalu berdzikir kepada-Nya. Inilah seni menhgelola kesulitan.



Dimuat di harian Jateng Pos

Islam Menjawab Problematika Keluarg

Judul : Baiti Jannati
Penulis : Ali Jum’ah
Penerbit : Noura Book
Cetakan : 2016
Tebal : 168 Halaman
IBN : 978-602-385-178-2
Islam adaah agama yang universal,  seluruh sisi kehiudpan manusia telah diatur sedeMikian rupa, tentu semua itu untuk kepentingan ummat yang memeluk agama islam itu sendiri. Ini yang kemudian menjadikan Islam sebagai agama yang selalu membawa rahmat bagi segenap alam.

Salah satu aspek yang datur oleh islam adalah aspek keutuhan rumah tangga, di mana agama Islam telah memberikan rambu seputar tata cara membangun keluarga yang utuh, bahagia dan sejahtera, semua itu diawali dengan sebuah aturan main berupa tali pernikahan. Selanjutnya ada banyak jalan yang bisa ditempuh untuk memelihara kebahagiaan  tersebut berdasarkan ajaran islam yang sudah berlaku.

Buku  ini mencoba menerjemahkan makna peranan islam terhadap kebahagiaan sebuah hubungan keluarga. Di dalamnya diurai sejumlah peta perjalanan keluarga yang perlu dijalani oleh setiap manusia sehingga bisa mendapatkan jalan kebahagiaan seperti yang diimpikan.  Dengan gaya Tanya jawab, buku ini mengulas sejumlah problematika keluarga yang berdasar pada ajaran islam.

Dalam menjalani mahligai rumah tangga, suami mau pun isteri perlu saling koreksi, bahkan kritik yang membangun, hal itu dilakukan tentu dalam rangka memperbaiki mutu hubungan keluarga itu sendiri. Bahkan dalam suasana tertentu, perlu salah satu pasangan untuk memuji, meski tujuannya adalah untuk mengkritik. Ini yang dalam buku ini disebut sebagai kebohongan yang tidak sebenarnya, namun diniatkan untuk kebaikan bersama.

Sementara itu, hal yang paling penting adalah setiap suami atau pun  isteri tidak diperbolehkan bahkan dilarang keras menjelek-jelekkan pasangannya masing-masing di hadapan orang lain. apalagi di depan publik. Sikap tetbuka boleh-boleh saja, namun hal itu cukup menjadi konsumsi berdua, sehingga solusi yang didapatkan juga merupakan hasil diskusi berdua. Sementara publik tak berhak mengetahui kelemahan atau kekurangan masing-masing.

Seorang isteri tidak boleh menjelek-jelekkan suaminya, baik di depan keluarga sendiri atau orang lain. dia juga tidak boleh bersikap buruk terhadap suami atau mengabaikannya. Karena suami adalah pintu masuk surga baginya dan ridha suami bagi isteri berarti ridha Allah (Hal. 48).

 Inilah makna universalitas islam, begitu komplit mengatur segala tatanan kehidupan manusia, bahkan hingga urusan keluarga sekalipun. Buku ini menjawab masalah-masalah yang mungkin muncul dalam membina rumah tangga. Agar rumah menjadi tempat benaung, tempat betkumpul, dan surga bagi anggota keluarganya.

Jadi, islam bukan hanya shalat dan zakat semata seperti anggapan banyak orang. Semua itu harus dibarengi dengan akhlak mulia dan perilaku-perilaku adiluhung yang telah diajarkan Rasulullah  Saw kepada kita (Hal. 108).


Dimuat di harian Analisa, 03 Maret 2017

Senin, 08 Agustus 2016

Menekan Budaya Konsumtif

Judul        : Cerdas Menggunakan Kartu Kredit
Penulis        : Chandra Restu Kurniawan
Penerbit    : Falsbook
Cetakan    : 1. Agustus 2016
Tebal        : 151 Halaman
ISBN        : 978-602-391-229-2
Salah satu kebiasaan buruk yang melanda bangsa kita dewaa ini adalah budaya konsumtif,  bahkan konon budaya konsumtif masyarakt indonesia sudah menyamai beberapa negara besar di luar sana. Jika itu benar, betapa Fakta ni tentu sangat mengejutkan. Di tengah masih besarnya angka kemiskinan, namun great budaya konsumsi kita masih tinggi.

Mudahnya akses untuk menjalani tren konsumtif, ditambah kian menterengnya fasilitas yang diberikan oleh sejumlah perusahaan, memperlebar jalan menuju kian mnjamurnya budaya tersebut. salah satunya adalah kartu kredit. Kartu ajaib yang satu ini tentu memberi ruang yang sangat luas bagi setiap penggunanya untuk mewujudkan keinginannya melakukan apa saja yang berbau konsumtif. 

Dalam konteks inilah, perlu sikap bijak dari setiap pengguna kartu kredit dalam menggunakan kartu sakti tersebut. Karena jika tidak, maka sangat mungkin seseorang akan terjebak pada situasi yang sangat merugikan, yaitu tidak sehatnya perekonomean yang dimilikinya bahkan keluarganya. Dan buku berjudul Cerdas Menggunakan kartu Kredit ini mencoba menjadi problem soulving atas fenomina “penyalahgunaan” kartu kredit oleh pemiliknya.

Selain mengulas seputar seluk beluk kartu kedit, seperti jenis kartu kredit, fungsi dan kegunaannya, yang paling penting dalam uraian buku ini adalah trik dan cara bijak dalam menggunakannya. Karena, bagaimana pun, kartu kredit tak jarang membuat orang terlena untuk melakukan transaki apa saja tanpa berfikir akibat yang akan dialami. Jika terus menerus dilakukan, dampaknya adalah beban pada tagihan yang sangat tinggi.

Mungkin sebagian orang menggunakan kartu kredit sebagai sarana antisipasi atau berjaga kalau sewaktu-waktu diperlukan. Namun, sebagian orang lagi ada yang terlena dengan fasilitas dan kemudahan-kemudahan yang diberikan. Pada ujung-ujungnya, mereka terbebani dengan utang yang harus dibayar (Hal. 64).

Alasan efisiensi waktu kerap menjadi bomerang dalam penggunaan kartu kredit, mobilitas yang tinggi kadang dijadikan batu lomcatan untuk alasan memanfaatkan kartu tersebut. Dalam pada itu, tak sedikit yang tidak sadar bahwa dirinya telah terseret pada arus budaya konsumtif. Maka, aspek inilah yang harus ditekan semaksimal mungkin. Yaitu, kesempatan uang dimiliknya agar tidak digunakan sesuka hati.

Solusi yang hendak disampaikan dalam buku ini sebenarnya adalah bagaimana cara menekan budaya konsumtif, dengan begitu maka seseorang sudah pasti bisa mnegendalikan penggunaan kartu kredit tersebut. tolok  ukurnya ada pada kemahuan untuk mengukur kebutuhan yang dimiliki sesuai dengan kemampuan yang ada. Sehingga, tidak ada upaya untuk menghambur-hamburkan uang yang dipunya. Dan kartu kredit pun  menjadi aman, hanya digunakan sewaktu-waktu dalam keadaan yang sangat emergensi.

Caranya, bagilah pos-pos pengeluaran anda menjadi beberapa kategori. Kategorinya adalah tabungan, makanan, pakaian, perumahan, kesehatan, pendidikan, kebutuhan rumah tangga/kebutuhan sehari-hari, transportasi, pajak, hiburan, dan pembayaran lain-lain. (Hal. 82).

Tribun Jateng (7/8)



Kisah Inspiratif Perjuangan Pelajar Nusantara

Judul        : Para Pemburu Masa Depan
Penulis        : Surya Burhanuddin
Penerbt    : Bentang Pustaka
Cetakan    : 1. 2016
Tebal        : 164 Haaman
ISBN        : 978-602-291-214-9
Tak dapat dipungkiri bahwa pendidikan menjadi tolok ukur keberhasilan dan kemajuan suatu bangsa, negara yang hebat sudah pasti dibangun oleh pondasi pendidikan masyarakatnya yang hebat pula. Ini barangkali yang menjadi alasan mengapa ketika hiroshima dan Nagasaki dibombardir oleh sekutu, pertanyaan pertama yang lahir dari sang pemimpinnya kala itu, “berapa sisa guru yang masih hidup”. 

Bermimpi tentang masa depan adalah sebuah keharusan, sementara menejemahkan mimpi menjadi sebuah keniscayaan. Dalam konteks inilah, pendidikan menjadi kata kunci upaya penerjemahan mimpi masa depan tesrebut. Generasi bangsa harus didukung oleh kualitas pendidikan yang berjecukupan, sehingga masa depan bangsa  di hari esok mudah diterjemahkan.

Kisah perjuangan generasi muda dalam meraih mimpi pendidikan yang memadai bisa kita simak secara seksama dalam buku berjudul Para Pemburu Masa Depan ini. Buku ini mengulas secara mendalam geliat semangat kaum muda dalam membidik masa depannya melalui pendidikan yang ditempuhnya. Di tengah keterbatasan ekonomi yang mendera, tak dijadikan penghalang untuk terus memburu masa depan melalui koridor pendidikan tersebut.

Dikisahkan,  ada sekitar 500 generasi muda yang telah berhasil menerjemahkan mimpi meneruskan pendidikan  ke jenjang perguruan tnggi di luar negeri, beberapa diantaranya ditorehkan dalam kisah para pemburu masa depan dalam buku ini.  Mereka adalah generasi-generasi tangguh yang memiliki kemahuan kuat untuk merubah diri dan keluargnya melalui penguatan pendidikan. Semangat itulah yang kemudian ditangkap oleh seorang Surya Burhanuddin untuk difalistasi dan diarahkan sesuai jejaring yang dimlikinya kala itu.

Marini, salah satu potert remaja tangguh yang memliki mimpi besar untuk mengenyam pendidikan tinggi, usai lulus SMA di pun akhirnya mendaftarkan diri di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Sayangnya, harapan itu pupus di tengah jalan, karena tarikan biaya yang sangat besar untuk ukuran Marini dan keluarganya kala itu. Di tengah keputus asaannya tersebut, dia dipertemukan dengan serang Surya.

Semangat tinggi nan menggebu rupanya yang membuyat Marini bisa berhasil mewujudkan impiannya tersebut. Bahkan, peluangnya untuk kuliah tidak hanya di dalam negeri, dia berkesempatan untuk menapaki hidupnya di negeri seberang, yah, Universitas Utara Malaysia adalah tempat terindah untuk seorang genersi tangguh seperti Marini.

“Ibu, dengan uang ibu yang 2 juta rupiah itu, ditambah ucapan Bismillahirrahmanirrahim ibu tadi, Marini Insya Allah  bisa berangkat dan kuliah sampai tamat sarjana di Universitas Utara Malaysia”. Marini dan ibunya berpelukan. Mereka tenggelam dalam tangis haru. Saya menyaksikan dalam diam, hanyut dalam rasa iba. Tak terasa saya pun menangis (Hal. 6).

Kisah lainnya juga dialami oleh Yenni Puspita, anak ke-5 dari enam bersaudara ini merupakan sosok inspiratif yang juga diurai dalam buku terbitan Bentang Pustaka ini. Siapa yang menyangka, seorang anak pengayuh becak bisa meneruskan pendidikannya ke luar negeri. Lagi-lagi ini adalah persoalan kegigihan dan kemahuan yang kuat yang terus dimiliki oleh seorang Yenni. Gadis kelahiran palembang ini pun akhirnya bisa meraih gelar sarjana di universitas ternama di negeri tetanga tersebut. yah, anak seorang pengayuh becak.

Marina dan Yenni Puspita adalah dua dari sekian banyak generasi tangguh yang ditulis dalam buku setebal 164 halaman ini. Tentu masih banyak kisa-kisah inspiratif lainnya yang sengaja ditulis secara lengkap dalam buku ini. Semua tentu mejadi motivasi bagi kita semua, bahwa semanagt adalah kunc untuk meraih mimpi.  Salam inspiratif.

Harian Bhirawa (5/8)


Menguatkan Derajat Kesalehan Sosial dengan Zakat

Judul Buku    : Panduan Zakat Terlengkap    
Penulis        : Tim Emir
Editor        : Izmir Azlan, Hijrah Ahmad,
Penerbit    : Emir (Penerbit Erlangga)
Cetakan    :1.  2016
Tebal        : 150 halaman
ISBN        : 978-602-0935-38-6
Umat Islam tentu sudah sangat akrab dengan istilah Zakat, satu dari sekian banyak jenis ibadah yang kerap dilakukan umat islam dalam suatu keadaan tertentu. Semisal zakat fitrah yang memang sudah menjadi salah satu rukun islam yang wajib di lakukan pada saat bulan suci Ramadan.

Selain zanat fitrah, ada beberapa jenis zakat lainnya yang juga wajib ditunaikan oleh setiap orang muslim dengan ketentuan dan syarat yang sudah berlaku.  Zakat sejenis ini hanya dilakukan bagi umat islam yang sudah mencapai standart minimal tetntu,  semisal zakat mal atau harta. Zakat ini tentu berbeda dengan zakat fitrah, hanya dilakukan jika sudah mencapai ketentuan yang distandartkan oleh syariah.

Buku berjudul Panduan Zakat trelengkap ini mengurai seabrek penjelasan seputar zakat, mulai dari syarat-syarat menunaikan zakat, jenis-jenis zakat hingga pada mnasalah fadilah zakat itu sendiri. Seluk beluk zakat 
yang notabeni menjadi kewajiban umat islam (baik zakat fitrah maupun zakat mal) terurai berdasar pada beberapa dalil qad’i yang secara khusus dan detil dibahas dalam buku terbitan Emir ini.

Sedikitnya terdapat empat bagian utama dalam buku ini, kesemuanya secara khusus membahas seputar zakat itu sendiri. Bab awal buku ini mengulas tentang definisi dan perkenalan zakat kepada publik. Dilanjutkan pada bab kedua, yang membahas tentang jenis-jenis zakat, bagian ketiga tentang akuntansi syariah dan terakhir tentang pelaporan sumber dan penggunan dana zakat, infak dan sedekah. Semua penjelasan itu disajikan dalam narasi bahasa yang cukup renyah sehingga mudah sekali dipahami oleh pembaca.

Mengawali uraian seluk beluk zakat, kali pertama juga dibahas tentang perbedaan zakat, infak dan sedekah, hal itu untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pembaca tentang unsur pembeda dari ketiga hal tersebut. karena pada hakikatnya zakat, infaq dan sadagoh jelas memiliki makna dan tujuan yang berbeda, kendati dalam praktiknya sama-sama memberikan sesuatu kepada orang lain.

Ragam jenis zakat menjadi catatan khusus dalam bab dua di buku yang disusun oleh tim emir ini, pada bab ini secara detil diungkap beberapa jenis zakat yang sudah hampir pasti akan dijumpai dan wajib ditunaikan oleh umat islam (Hal. 33). Aneka macam zakat dimaksud antara lain zakat fitrah (zakat pribadi yang wajib ditunaikan pada bulan suci ramadan), zakat mal yang melipui zakat emas dan perak, zajat ternak, dan lainnya.

Harus diingat bahwa zakat bukanlah sekedar ritual keagamaan untuk menguatkan hubungan manusa dengan Tuhan, lebih dari pada itu, zakat juga memiliki dampak sosial yang luar biasa. Ini yang kemudian disebut hablun minannas. Zakat bisa menguatkan sikap soaial antar sesama manusia. Dan buku ini juga mengulas secara dalam arti kesalehan sosial tersebut melalui ibadah zakat. Maka sudah sangat jelas, bahwa zakat selain berfungsi untuk mensucikan diri dan harta beda yang kita miliki, juga bisa menjadi penyambung solidaritas antyar sesama.

Buku ini menjadi lebih menarik lantaran cara pembahasannya sangat sitematis, tim penulis verupaya untuk konsisten Membahas zakat secara rinci, termasuk juga dalam meberikan contoh dan perumpamaan aneka zakat yang rupanya sangat mudah dimengerti oleh pembaca. Selain itu, Hal yang mengkarakter dalam buku ini adalah pembahasan hal-hal yang berkaitan dengan zakat, yaitu produk syariah, sehingga buku ini bisa dibilang buku yang super kompleks.







Menyelami Makna Keikhlasan dari Para Imam

Judul Buku    : Iklas Tanpa Batas
Editor        : Izza Rohman Nahrowi
Penerbit    : Zaman Jakarta
Cetakan    : 1. 2016`
Tebal        : 208 Halaman
ISBN        : 978-602-1687-90-1
Buku ini secara khusus mengurai tentang substansi ikhlas, sesuatu yang sangat mudah diucapkan namun begitu sangat sulitnya dipraktikkan. Berdasar pada pendapat sepuluh ulama besar dunia, ilmu ikhlas dalam buku ini dijabarkan sesuai dengan latar belakang keilmuan masing-masing ulama tersbut.

Imam al-Hamim al-Tirmidzi mengungkapkan makna ikhlas sebagai proses legowo dalam menerima segala hal yang dihadapinya, rela mengalah pada orang lain dalam situasi dan kondisi apapun. Dicontohkan bahwa salah  satu indikator orang ikhlas adalah bersedia menerima barisan shalat meski tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Jika ia berharap dapat masuk barisan pertama seraya meniatkannya, namun ia tertahan karena khawatir mengganggu muslim lain, pahalanya dilipatgandakan dari pahala barisan pertama karena kehati-hatiannya untuk tidak mengganggu muslim lain (Hal. 55).

Ikhlas adalah rahasia antara Allah dengan hamba-Nya. Malaikat pencatat tidak mengetahui sedikitpun mengenainya untuk dapat dia tulis. Setan tidak mengetahuinya hingga tak dapat dia rusak, nafsu pun tidak menyadarinya tak mampu dia pengaruhi (Hal. 73). Betapa sangat tipis posisi ikhlas bagi manuisa, hanya dia dan Allah yang bisa mengetahui. Maka bisa dipastikan, jika kita merasa ikhlas pada saat bersamaan kita sudah keluar dari keihlasan itu sendiri. 

Sementara itu, Syekh Abd al-Rahman al-laja’i berpendapat, bahwa ikhlas menjadi kunci dari terkabulnya amal kebaikan manusua. Ikhlas harus menjadi modal utama diterimanya amal manusia. Tanoa keihklasan, amal justeru akan tidak berarti apa-apa. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, amal itu hanya menyisakan sesuatu yang tidak berguna, seperti capek dan sebagainya.

Semua amal yang tidak dibarengi ikhlas pasti akan dikembalikan kepada pelakunya, bahkan neraka lebih utama baginya. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah ungkapan, “pada hari kiamat, Allah azza wa jallah menghimpun amal-amal, entah yang bersih, yang kotor, pun yang murni, lalu Allah berfirman; ‘ambillah amal-amal yang terbukti dilakukan hanya untuk-Ku, selebihnya lemparkan ke Neraka” (Hal. 79).

Seorang ahli hikmah berpendapat, orang yang beramal hendaknya meniru adab beramal yang dpraktikkan pengembala kambing. Jika si pengembala melakukan shalat di samping gembalanya, maka shalatnya tidak akan pernah dipuji oleh kambing-kambingnya. Demikian pula orang beramal, ia tidak pernah memperhatikan pandangan manusia terhadap amalnya. Sebaliknya, ia harus mampu beramal secara konsisten, baik dikala ramai maupun sepi –beramal tanpa mengharapkan pujian (Hal. 84-85).

Petuah-petuah tentang ilmu ikhlas dan keikhlasan dalam buku ini begitu sangat menggugah kita sebgai umat manusia, betapa selama ini kita sering sekali mengabaikan sesuatu yang terkesan sederhana namun sangat peting ini. Untaian-untaian hikmah tentang roh ikhlas yang dijabarkan dalam buku terbitab Zaman ini diharapakn bisa menjadi ramuan dan terapi spiritual umat manusia agar selalu mempraktikan ikhlas dalam keadaan dan situasi apapun. Selamat membaca.




Refleksi Kritis Praktik Poligami

Judul        : Poligami, Berkah atau Musibah
Penulis        : Iffah Qanita Nailiyah
Penerbit    : Diva Press
Cetakan    : 1. Juni 2016
Tebal        : 148 Halaman
ISBN        : 978-602-391-155-4
Praktik poligami pada dasarnya sudah berlangsung sejak lama, bahkan di kalangan masyarakat islam -khususnya masyarakat arab-, poligami sudah ada jauh sebelum agama Allah itu ada. Terbukti, banyak masyarakat arab yang sudah memiliki isteri lebh dari satu, sebelum islam ada di tengah-tengah mereka. 

Fakta lainnya adalah didapatkannya beberapa raja-raja islam yang dengan sengaja telah melangsungkan perkawinan kepada lebih dari satu orang isteri. Hal itu menunjukkan bahwa poligami secara histyoris telah berlangsung begitu lama di belahan bumi ini. Sehingga, orang yang mempraktikkannya pun terus didapati dari segala jenis stratifikasi sosial yang dimlikinya.

Para raja zaman dahulu juga banyak yang mempraktikkan poligami, termasuk di antaranya raja-raja Islam. Mereka melakukan praktik poligami itu tentu tidak lepas dari asumsi bahwa Islam membolehkan poligami. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat an-Nisa’ (4):3 serta hadits Nabi Muhammad SAW. Inilah yang mendasari pemahaman bahwa poligami merupakan hal yang diperbolehkan dalam islam (Hal. 17).

Namun demikian, dasar dibolehkannya poligami seperti yang tercantum dalam surat an-Nisa’ tersebut tidak berarti merupakan anjuran atau pun kewajiban bagi setiap laki-laki untuk melakukannya. pada prinsipnya praktik poligami merupakan jalan keluar paling akhir dan dalam kondisi yang emergensi. Maka, buku berjudul Poligami, Berkah atau Musibah ini mencoba memberikan penyengaran tentang tafsir ayat-ayat poligami tersebut. agar kemudian tidak disalah artikan menjadi justifikasi diharuskannya seseorang melakukan praktik tersebut.

Quraish Shihab berpendapat, bahwa surat an-Nisa’ itu diturunkan tidak dalam rangka membuat satu peraturan tentang poligami, dalam artian ayat itu tidak dimaksudkan untuk menjadi dasar keharusan seorang laki-laki melakukan praktik poligami, sehingga menurut Quraish Shihab, ayat itu bukan sebagai dasar tentang harus atau wajinya poligami, namun hanya berbicara tentang “bolehnya” poligami, karena poligami hanya merupakan pintu darurat kecil yang hanya dilalui jika sangat diperlukan dengan syarat yang tidak ringan.

Dengan demikian, surat an-Nisa’ [4]:3 tidak bisa dipahami sebagai sebuah anjuran untuk berpoligami, apalagi sebuah kewajiban. Poligami atau tidak, semua diserahkan kepada masing-masing suami berdasarkan pada pertimbangannya. Al-Qur’an hanya memberikan wadah, selain banyak wadah-wadah lan yang memliki syarat lebih ringan dari pada poligami (Hal. 34-45).

Bukan sesuatu yang mudah, apalagi jika kondisi seorang suami tidak begitu memadai, praktik poligami menjadi sesutu yang harus dipikirkan lebih matang. Buku ni secara kritis membedah sisi negatif praktik poligami tersebut. tafsir kritis terhadap ayat poligami yang diurai dalam buku terbitan Diva press ini meliputi banyak aspek yang secara general dibahas oleh bebrapa imam dan tokoh-tokoh islam terkemuka. Salah satunya seperti pendapat Quraish Shihab di atas. Termasuk di dalamnya adalah aspek keadilan. 

Penting bagi para sumai untuk berfikir panjang sebelum memutuskan berpoligami. jangan sampai poligami menyebabkan suami lalai menjalankan tanggung jawabnya pada semua isteri, mengingat ia sebagai seorang imam atau kepala rumah tangga. Harus disadari bahwa dengan berpoligami, beban berat akan ia tanggung di sisi Allah SWT. (hal. 63).

Radar Surabaya, 7 Agustus 2016





 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons